Gejolak Rupiah
Impor Januari-Agustus 2018 Capai 16,84 Miliar Dolar AS, Naik 24,65 Persen dari Tahun Lalu
Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan total impor Indonesia pada Agustus 2018 mencapai 16,84 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan total impor Indonesia pada bulan Januari-Agustus 2018 mencapai 16,84 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Senin (17/9/2018), angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 24,65 persen dari total impor tahun 2017.
Kepala BPS, Suhariyanto menjelaskan, impor di bulan Agustus masih lebih rendah jika dibanding dengan impor bulan Juli 2018 sebesar 7,97 persen.
Penurunan ini menurut Suhariyanto karena adanya penurunan impor non migas sebesar 11,79 persen.
Sedangkan impor migas mengalami kenaikan sebesar 14,5 persen.
• Sandiaga: Kita Ditantang Muhammadiyah, Bagaimana Keberanian Prabowo-Sandi Hadapi Mafia Impor
"Jadi impor migas kita masih naik 4,5 persen dan kalau ditelisik ke dalam impor minyak mentah masih naik 67,5 persen, dengan nilai hasil minyak turun 3,26 persen. Sementara nilai gasnya meningkat 7,87 persen," jelas Suhariyanto.
Sementara itu, defisit neraca perdagangan dinilai akan terus berlanjut hingga akhir tahun, diberitakan dari Kontan.co.id, Minggu (16/9/2018),
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksi defisit neraca perdagangan mencapai 5 miliar dolar AS.
Angka ini berbanding terbalik dengan tahun 2017 dimana neraca perdagangan surplus hingga 11,8 miliar dolar AS.
Perang dagang antara China dengan AS memberikan dampak negatif bagi neraca perdagangan Indonesia.
Hal ini karena China terus melempar produksinya ke Indonesia setelah produknya dihambar masuk ke AS.
Total impor yang masuk ke Indonesia dari China naik hinga 32 persen dari bulan Januari hingga Juli 2018.
• Ronnie Higuchi Rusli Sebut Kebijakan Impor Beras Pemerintah Mengundang Kritik yang Berujung Bully
Nilai impor dari China mencapai 24,8 miliar dolar AS atau sekitar 27,3 persen dari total impor non migas.
"Sebagai pasar yang besar di ASEAN dengan 260 juta penduduk, Indonesia adalah sasaran empuk dari ekspor negara lain," ujar Bhima.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia dan pelemahan kurs rupiah membuat impor migas semakin melebar.