Soal 'iklan Jokowi', Teddy Gusnaidi: Mereka Takut Semua Prestasi Pemerintahan Jokowi Terus Tersebar
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi memberikan tanggapannya soal 'iklan Jokowi' yang disebut-sebut sebagai kampanye Pemilu.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi memberikan tanggapan soal 'iklan Jokowi' yang disebut-sebut sebagai kampanye pemilu.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Teddy Gusnaidi melalui laman Twitter miliknya, @TeddyGusnaidi, yang diunggah pada Sabtu (15/9/2018).
Teddy mengaku heran mengetahui iklan soal capaian pemerintah di layar bioskop itu menghebohkan publik.
Menurutnya, hal tersebut hanyalah bentuk pemerintah dalam menjalankan perintah Undang-Undang (UU) dan bukan bentuk kampanye Pemilu.
Teddy kemudian mengklaim, tujuan utama dari hebohnya berita ini adalah menuntut adanya pembatasan Jokowi untuk muncul di media.
Lebih lanjut, Teddy menganggap kehebohan itu merupakan bentuk ketakutan karena kubu petahana terus melakukan berbagai prestasi.
Berikut kicauan Teddy terkait hal tersebut.
• Rizal Ramli Sebut Ada Pengusaha Sekaligus Penguasa Bisiki Jokowi agar Dirinya Dulu Dicopot
"Pemerintah menjalankan perintah UU tentang keterbukaan informasi melalui media penyebaran informasi.
Menjalankan perintah UU dibilang kampanye Pemilu, tidak menjalankan UU, salah juga.
Kenapa informasi pemerintah di bioskop jadi heboh?
padahal setiap hari Jokowi muncul di berbagai media sebagai Presiden dan jangkauannya lebih luas daripada bioskop.
Tujuan utama mereka adalah menuntut adanya pembatasan Jokowi muncul di media, dengan alasan kampanye terselubung.

Mereka takut semua prestasi Pemerintahan Jokowi terus tersebar.
Mereka takut serangan yg mereka produksi tdk efektif karena masyarakat terus dicekoki dgn keberhasilan pemerintah.
Siapa suruh calon yg kalian dukung, dulu sewaktu diberikan amanah gagal, sehingga tidak bisa dijual?
Mereka sadar, yg mereka lawan adalah petahana yang terus melakukan berbagai prestasi.
Mereka sadar, calon mereka Prabowo-Sandiaga adalah orang yg punya rekam jejak buruk.
Satu-satunya cara adalah berusaha menyimpan rekam jejak buruk dan menghentikan informasi prestasi Petahana," tulis Teddy.

Menanggapi kicauan Teddy, warganet dengan pemilik akun @alangsuma pun memberikan tanggapannya.
"Dollar jadi 15 rebu itu keberhasilan?
Hutang sana sini itu keberhasilan?
TKA banyak itu keberhasilan?
Bagi" sertifikat dan peresmian maju paling depan sdngkan ditanya Dollar gak tau itu keberhasilan?" tulis warganet itu.
• Sepeda Jokowi Dilelang Rp 1 Miliar untuk Korban Gempa Lombok
Teddy pun langsung memberikan jawaban atas deretan pertanyaan yang diberikan warganet tersebut.
"1. Walau digempur perang ekonomi dunia, kita tidak kolaps seperti Argentina dan Turki, itu adalah keberhasilan.
2. Berhasil mengelola hutang untuk memperbaiki kerusakan warisan dan ekonomi rakyat.
3. Investasi luar makin banyak dan setiap investasi ada prosentase untuk TKA," tulis Teddy.

Diberitakan sebelumnya, Kemenkominfo memberikan klarifikasi terkait iklan pemerintah yang ditayangkan di bioskop.
Dirilis dari halaman Facebook Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, melalui video klarifikasi yang diunggah, Rabu (12/9/2018) malam.
Dalam videonya Ferdinandus mengungkapkan hal tersebut bukan bagian dari kampanye.
“Yang kami sampaikan tersebut bukan bagian dari kampanye. Kementerian Kominfo tidak sama sekali melakukan kampanye terkait dengan pencapresan Pak Jokowi pada periode mendatang,” ujar Ferdinandus.
• Mahfud MD: Jadikan Pemilu sebagai Pesta, Bukan sebagai Neraka
Dalam keterangan videonya, Ferdinandus menulis poin-poin klarifikasi Kemenkominfo.
Yang pertama, "Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menjalankan tugas sebagai Humas Pemerintah (Government Public Relation) sebagaimana amanat UU No 39 Tahuh 2008 tentang Kementerian Negara, Peraturan Presiden No 54 Tahun 2015 dan Inpres No 9 Tahun 2015."
"Sebagai Humas Pemerintah, Kementerian Kominfo RI selalu berupaya menyampaikan program, kebijakan, kegiatan dan capaian, baik yang sudah, sedang, dan akan dilakukan pemerintah kepada publik melalui berbagai saluran yg tersedia, termasuk melalui iklan layanan masyarakat."
Ferdinandus juga menuliskan penayangan iklan layanan masyarakat di bioskop dipilih karena jumlah penonton yang terukur.
"Penayangan iklan layanan masyarakat di bioskop dipilih sebagai salah satu kanal karena dinilai tepat sasaran mengingat jumlah penontonnya terukur. Untuk diketahui, pengelola bioskop menyediakan space utk iklan sebelum penayangan sebuah film."
Lanjutnya, ia menuliskan anggaran pembuatan iklan tersebut dibebankan kepada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemkominfo.
"Anggaran yg digunakan utk iklan layanan masyarakat tersebut dibebankan pada DIPA Kementerian Kominfo Tahun 2018, yg mana proses perencaannya telah disiapkan sejak pertengahan 2017."
Diketahui, video iklan Jokowi menjadi viral dan ramai dibicarakan warganet di Twitter setelah akun @nynazka menceritakan pengalamannya di bioskop yang melihat iklan tersebut.
Ia mengaku jika iklan ini merusak suasana.

(TribunWow.com/ Ananda Putri Octaviani)