Breaking News:

Pemilu 2019

Tanggapi soal Pemilih Ganda, Firman Soebagyo: Ini Dapat Berakibat Fatal dan Bisa Memicu Konflik

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo sebut ditemukannya DPT ganda oleh Bawaslu dan ribuan eKTP di Banten dapat berdampak pada Pemilu 2019.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
Ist
Ilustrasi-Pemilu 

TRIBUNWOW.COM - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menilai penemuan data pemilih ganda oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat berakibat fatal dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti.

Dilansir TribunWow.com dari website resmi DPR RI, dpr.go.id, disebutkan, ditemukannya data pemilih ganda ini sebanyak 10.798 di Batam, 8.862 di Tasikmalaya, 6.777 di Banyumas, serta 1.036 di Purwakarta.

“Ini dapat berakibat fatal dan bisa memicu konflik di kemudian hari. Terutama terkait Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang persaingannya sangat ketat dan sensitivitasnya tinggi sekali,” kata Firman melalui pesan singkat, Jumat (14/9/2018).

Firman menyayangkan lambannya Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama pemerintah melakukan langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan masalah ini.

Tanggapi soal Daftar Pemilih Ganda, Mardani Ali Sera: Ayo Kita Benahi agar Pemilu Jujur Tahun Depan

Menurutnya, waktu untuk bebenah soal DPT yang dianggap janggal oleh Bawaslu ini masih cukup banyak.

Ia juga mendesak pemerintah dan KPU agar tidak saling menyalahkan terkait mekanisme perumusan DPT.

Selain soal DPT ganda, Firman juga membahas kabar ditemukannya Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di semak-semak di daerah Serang, Banten.

Firman menganggap pemerintah kurang serius membenahi Standard Operating Procedure (SOP) dalam menyikapi e-KTP yang rusak.

Untuk itu, ia meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melakukan kerja sama dengan Kepolisian untuk mengusut tuntas, terlebih jika ditemukan unsur kesengajaan.

“Harus dilakukan tindakan tegas, karena ini bisa memicu kekacauan terhadap Pemilu yang sebentar lagi akan kita laksanakan," pungkas Firman.

Sementara itu, diberitakan Kompas.com pada Rabu (12/9/2018), Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Kabupaten Serang Asep Saepudin Mustafa menjelaskan perihal ditemukannya ribuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di tempat pembuangan sampah dan semak belukar di Kampung Tarikolot, Cikande, Serang, Banten.

Jokowi: Jangan sampai karena Pemilihan 5 Tahun Sekali Kita Menjadi Terpecah-Pecah

Menurut Asep, ribuan e-KTP itu pertama kali ditemukan oleh warga sekitar.

Warga kemudian mengamankan e-KTP tersebut dan diserahkan ke Koramil Cikande, Senin (10/9/2018).

Setelah dicek, total ada 2.910 keping e-KTP dan sembilan kartu keluarga (KK). Dari jumlah e-KTP tersebut, ditemukan 513 KTP manual (bukan e-KTP), dan 111 e-KTP yang rusak secara fisik.

"Kami melakukan uji data dengan alat pembaca terhadap 4 KTP-el dan 9 kartu keluarga. Semua sudah tidak berlaku atau KTP-el dan KK yang tidak digunakan karena telah dilakukan pergantian akibat perubahan data penduduk yang bersangkutan," kata Asep dalam keterangan tertulis, Selasa (11/9/2018).

Halaman
12
Tags:
Daftar Pemilih Tetap (DPT)E KTPFirman Soebagyo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved