Pilpres 2019
Polemik Video Iklan Bendungan Jokowi di Bioskop, Tanggapan Parpol, Istana dan Kominfo
Video iklan yang menampilkan keberhasilan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam membangun 65 bendungan dalam waktu dua musim, menuai polemik.
Editor: Astini Mega Sari
Memang perlu
Pihak Istana angkat bicara menanggapi polemik soal iklan ini. Staf Khusus Presiden Adita Irawati mengatakan, iklan tersebut bukan diproduksi oleh pihak Istana, melainkan kementerian.
"Itu iklan produksi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bukan dari Istana," ujar Adita saat dihubungi Kompas.com, Kamis pagi.
Kemenkominfo, lanjut Adita, memang memiliki fungsi untuk menyampaikan program -program pemerintah, baik yang akan dilaksanakan, atau yang sudah dilaksanakan.
Iklan di bioskop tentang pembangunan bendungan serta irigasi yang dipersoalkan sejumlah orang itu adalah bagian dari upaya Kemenkominfo menyampaikan program pemerintah yang sukses dilaksanakan.
"Jadi, dari kacamata Istana, itu adalah komunikasi pembangunan yang memang perlu dilakukan pemerintah agar masyarakat mengetahui hasil-hasil pembangunan dan dapat memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari," ujar Adita.
Oleh karena itu, ia membantah apabila iklan itu dianggap sebagai kampanye Jokowi secara personal. "Jelas bukan kampanye," ujar dia.
• Faizal Assegaf: Yenny Wahid Mau Gabung atau Tidak ke Timses Jokowi Tak Ada Pengaruh Apapun
Bukan Kampanye
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membantah iklan itu merupakan bentuk dari kampanye sosok Jokowi.
"Yang kami sampaikan tersebut bukan bagian dari kampanye. Kementerian Kominfo tidak sama sekali melakukan kampanye terkait dengan pencapresan Pak Jokowi pada periode mendatang," ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu melalui akun resmi Facebook, Rabu (12/9/2018).
Iklan yang diproduksi kementeriannya itu merupakan peran dan tugas yang memang sudah diamanahkan kepada Kemenkominfo sebagai humas pemerintah atau 'government public relation'.
Pemilihan bioskop sebagai media iklan pun didasari atas beberapa alasan.
Pertama, bioskop memberikan ruang untuk beriklan.
Kedua, bioskop dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada khalayak.
Sebab, jumlah penonton bioskop di Indonesia terbilang tinggi dan meningkat dari waktu ke waktu.