Media Asing Sebut Terjadi Konspirasi Kejahatan Uang Besar di Pemerintahan Era SBY
Pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut media asing sebagai pemerintahan dengan konspirasi tindak kejahatan yang sangat besar
Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut media asing sebagai pemerintahan dengan konspirasi kriminal yang sangat besar.
Seperti dilansir TribunWow dari laman Asia Sentinel, Rabu (12/9/2018), sebanyak USD 12 miliar (Rp 177 triliun) uang dari pembayar pajak, dicuri dan dicuci melalui bank-bank internasional.
30 pejabat pemerintah pun disebut terlibat dalam skema konspirasi tersebut.
Artikel tersebut ditulis oleh John Berthelsen, editor sekaligus pendiri Asia Sentinel, sebuah media Asia yang berbasis di Hongkong.
• Tanggapi Pernyataan Farhat Abbas, Zara Zettira: Anda Sesat!
Tulisannya didasarkan dari laporan hasil investigasi setebal 488 halaman dalam gugatan yang dilayangkan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pekan lalu.
Laporan berupa analisis forensik atau barang bukti yang dikumpulkan oleh tim penyidik dan pengacara di Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang dan negara-negara lain juga dilengkapi 80 halaman afidavit atau keterangan di bawah sumpah.
Laporan ini juga melibatkan serangkaian penyelidikan di lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (Singapore) dan lain-lain.
Laporan itu menyebut banyak penipuan dan korupsi yang terjadi di pusaran PT Bank Century Tbk.
• Tersisa 3 Hari untuk Luis Milla Memutuskan Masa Depannya Bersama Timnas
Bank ini direkapitalisasi pada tahun 2008 dan berganti nama menjadi Bank Mutiara.
Bahkan disebutkan dalam artikel ini Bank Mutiara juga disebut sebagai "Bank SBY," karena diyakini berisi dana gelap untuk menunjang Partai Demokrat, yang dipimpin oleh SBY.
Penipuan tersebut melibatkan dana misterius sebesar ¥ 97.682 milyar (USD 989.1 juta) atau sekitar 14 triliun yang ditawarkan grup keuangan J Trust di Tokyo pada tahun 2013.
Sumber dana tak wajar ini disebut memberi J Trust sumber daya untuk membeli Bank Century, yang dulunya diambil alih oleh pemerintah, direkapitalisasi setelah ratusan jutaan dolar dicuri, dan berganti nama menjadi Bank Mutiara pada tahun 2009.
Lucunya, sumber dana J Trust, di Bursa Saham Tokyo, tidak pernah diidentifikasi.
Dana tersebut seharusnya digunakan oleh J Trust untuk membeli Bank Mutiara dari LPS pada tahun 2014.
• Markus-Kevin Lolos, Laga Perang Saudara Pebulutangkis Indonesia akan Tersaji di Japan Open 2018
Sementara itu pihak yang melayangkan gugatan Weston International Capital Ltd yang berbasis di Mauritius adalah pihak yang gagal dalam lelang itu bersama dengan beberapa bank lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/susilo-bambang-yudhoyono_20180726_081959.jpg)