Grace Natalie Bandingkan Prestasi Jokowi dengan Presiden Sebelumnya, Hinca Pandjaitan Beri Tanggapan
Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan turut menanggapi postingan yang diunggah Ketua Umum PSI Grace Natalie.
Penulis: Vintoko
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan turut menanggapi postingan yang diunggah Ketua Umum PSI Grace Natalie soal gambar perbandingan prestasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan presiden sebelumnya.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter-nya, @hincapandjaitan, pada Senin (10/9/2018).
Awalnya, Grace Natalie mengunggah perbandingan jalan tol yang telah dibangun Presiden Jokowi dengan presiden sebelumnmya.
• Grace Natalie Dikritik usai Bandingkan Data Pembangunan Tol Era Jokowi dengan Presiden Sebelumnya
Grace mentautkan gambar yang membandingkan panjang jalan tol yang berhasil dibangun Presiden Jokowi selama 3 tahun menjabat dengan 34 tahun pemerintahan sebelumnya.
"Coba bandingkan panjang jalan yang berhasil pak Jokowi bangun selama 3 tahun ia bekerja versus 34 tahun pemerintahan sblmnya digabung sekaligus.
pakai data angka nih biar jelas #bukanHoax," tulis Grace Natalie, Minggu (9/9/2018).
Menanggapi postingan tersebut, Hinca Pandjaitan mengatakan jika setiap presiden di eranya memiliki strategi pembangunan masing-masing.
Menurutnya, setiap presiden sebelum Jokowi sudah bekerja untuk negara sehingga tidak perlu dibanding-bandingkan.
"Dari bung karno, pak harto, pak habibie, gusdur, bu mega dan Bapak SBY, saya kira mereka punya strategi pembangunan masing-masing.
Entah itu, bangun jiwa atau bangun raga.
Yg jelas, mereka bekerja utk negara.
Usah diperbandingkan.
Mereka bukan berlomba.
Pun, kita bukan piala," cuit Hinca Pandjaitan.
• Grace Natalie Bandingkan Prestasi Jokowi dengan Presiden Sebelumnya, Ferdinand: Kasihan Nalar Begini
Sebelumnya diberitakan, seorang aktivis sosial bernama Reiza Patters dengan akun @Reiza_Patters memberikan komentarnya, Senin (10/9/2018).
Reiza Patters mengatakan jika membangun jalan tol dalam 3 tahun hampir tidak mungkin dan prosesnya pasti dimulai sebelum itu.
Lebih lanjut, ia membandingkan dengan pemberitaan terkait pembangunan jalan tol era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Komentar:
1. Bangun jalan tol dlm 3 tahun itu hampir gak mgkn. Pasti prosesnya dimulai sblm itu.
2. Bangun jalan tol kok bangga, itu mah investor berebut.
3. Coba bandingkan dgn berita ini, era SBY bangun jalan 5.190 km, 4.770 km non tol dan 420 km tol," tulis akun Reiza Patters, @Reiza_Patters.

Cuitan Hasreiza (Capture Twitter/@Reiza_Patters)
Terpisah, politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan jika Grace hanya mampu membandingkan angka namun belum mampu membandingkan perbandingan kebutuhan dan skala prioritas.
"Seorang Grace Natalie hanya mampu membandingkan angka2 tp (tak) mampu menalar kebutuhan dan skala prioritas.
Kalau era dulu dibangun Tol, siapa yg pakai? kasihan nalar begini kalau jd pejabat.
Semoga jumlah penduduk skrg yg sdh 263 jt lbh tdk diklaim sbg prestasi berdasar angka," tulis Ferdinand melalui Twitter miliknya, @LawanPolitikJW, Senin (10/9/2018).

Kicauan Ferdinand Hutahaean (Capture Twitter)
Sementara itu dikutip dari Kompas.com, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pembangunan jalan tol di pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla melebihi era pemerintahan SBY.
Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla baru berjalan selama 3 tahun.
Namun, pembangunan jalan tol selama pemerintahan Jokowi-JK diklaim sudah jauh melebihi pembangunan tol selama 10 tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Angka mengenai perbandingan jalan tol di era Jokowi dan SBY yang ditampilkan dalam jumpa pers 3 tahun Jokowi-JK di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu 18 September 2017 lalu.
Dalam presentasi yang ditampilkan, pemerintahan Jokowi-JK diklaim telah membangun 568 kilometer jalan tol selama 3 tahun terakhir.
• Sri Mulyani Sebut Pelemahan Rupiah Naikkan Pendapatan Negara, Alvin Lie Beri Tanggapan
Sementara, 10 tahun era SBY, hanya 212 kilometer jalan tol yang dibangun.
Luhut memuji Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono atas capaian ini.
"Ini Pak Menteri PU-Pera paten, enggak banyak omong tau-tau sudah jadi," ujar Luhut.
Dalam presentasi yang ditampilkan Luhut, ada juga pembangunan jalan tol di era Megawati Soekarnoputri sepanjang 34 kilometer, Abdurrahman Wahid 5,5 kilometer, dan Bacharudin Jusuf Habibie 7,2 kilometer.
Namun, ketiga pemimpin tersebut menjabat tidak genap 5 tahun.
Sementara, pembangunan jalan tol era Soeharto sepanjang 490 kilometer.
Meski menjabat selama 32 tahun, namun panjang jalan tol yang dibangun Soeharto masih kalah dari tol yang telah dibangun Jokowi selama 3 tahun. (TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)