Breaking News:

Gejolak Rupiah

Pengamat Politik: Pesan Komunikasi Presiden Jokowi terkait Kondisi Ekonomi Harus Tepat dan Jelas

Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menanggapi sikap Presiden Joko Widodo dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini.

Penulis: Vintoko
Editor: Astini Mega Sari
YouTube/Metro TV
Pengamat Politik, Hendri Satrio 

TRIBUNWOW.COM - Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menanggapi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter-nya, @satriohendri, yang ditulis pada Kamis (6/9/2018).

Hendri Satrio mengatakan jika pesan komunikasi Presiden Jokowi terkait kondisi ekonomi harus tepat dan jelas.

Rupiah Menguat ke Rp 14.890 Diikuti Kenaikan IHSG

Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini bukan keadaan yang hanya bisa direspon dengan jawaban sederhana.

Pengamat politik itu menyebut tim komunikasi mestinya harus 'lincah'.

"Pesan komunikasi Presiden @jokowi terkait kondisi ekonomi saat ini harus tepat dan jelas, sebab saat ini bukan keadaan yang bisa sekenanya direspon dengan jawaban seperti"I want to test my minister" atau "I don't read what I signed". Tim komunikasinya mesti "lincah!" #Hensat," tulis Hendri Satrio.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, Presiden Jokowi menegaskan, pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS juga terjadi di mata uang negara lain.

"Tidak hanya negara kita, Indonesia, yang terkena pelemahan kurs, tidak hanya Indonesia," ujar Jokowi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018).

Menurut Jokowi, pelemahan rupiah saat ini lebih disebabkan sentimen dari eksternal, seperti kenaikan suku bunga The Fed, perang dagang antara China dan Amerika Serikat, dan krisis yang melanda Turki serta Argentina.

"Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi. Saya kira yang paling penting kita harus waspada, kita harus hati-hati," ujar Jokowi.

Misbakhun Salah Mention Jokowi, Faldo Maldini: Jangan Salah Lagi, Nanti Dikira Mau Ganti Presiden

Untuk menguatkan rupiah kembali, menurut Jokowi, pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi di sektor fiskal, moneter, industri, dan para pelaku usaha.

"Saya kira koordinasi yang kuat ini menjadi kunci sehingga jalannya itu segaris semuanya," ujar Jokowi.
Presiden Jokowi juga memberikan target kepada jajarannya untuk segera memperbaiki transaksi berjalan dengan menggenjot ekspor dan investasi di dalam negeri.

Sebab, saat ini transaksi berjalan mengalami defisit 3 persen.

"Dengan investasi dan ekspor yang meningkat, kita bisa menyelesaikan defisit transaksi berjalan, kalau ini selesai, itu akan menyelesaikan semuanya," ujar Jokowi.

"Target saya sudah berikan agar dalam satu tahun, betul-betul ada perubahan di penyelesaian defisit transaksi berjalan," lanjut dia.

Rupiah Melemah, Surya Paloh Sarankan Jokowi Perkuat Hubungan Diplomasi dengan Negara Sahabat

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
RupiahPresiden Joko Widodo (Jokowi)Ekonomi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved