Breaking News:

Pernah jadi Juru Kampanye PPP, Rhoma Irama Mengaku Pernah Mengalami 4 Kali Percobaan Pembunuhan

Rhoma Irama mengaku pernah mendapatkan empat kali percobaan pembunuhan ketika menjadi juru kampanye Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tahun 1977.

Penulis: Hestin Nurindah
Editor: Claudia Noventa
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama (kanan) saat melakukan audiensi di kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakartan Pusat, Senin (15/5). Audiensi tersebut dalam rangka kesiapan Partai Idaman menjelang pedaftaran partai politik. 

TRIBUNWOW.COM - Raja dangdut Indonesia, Rhoma Irama mengaku pernah mendapatkan empat kali percobaan pembunuhan ketika menjadi juru kampanye Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tahun 1977.

Pengakuan tersebut disampaikan Rhoma Irama saat menjadi narasumber dalam talkshow Mata Najwa yang ditayangkan di Trans7, Rabu (22/8/2018).

Najwa Shihab selaku pembawa acara sempat menyinggung alasan Rhoma Irama yang kini terjun ke dunia politik.

Tanggapi Sri Mulyani, Zulkifli Hasan: Sumber Data yang Saya Sampaikan Berdasarkan Nota Keuangan 2018

Diketahui, Rhoma Irama merupakan ketua umum Partai Idaman.

Dilansir dari Kompas.com (11/5/2018), Partai Idaman tidak lolos Pemilu 2019 dan memutuskan untuk bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Setelah tidak lolos, ada beberapa partai yang datang ke saya, termasuk PAN. Mereka minta saya bergabung ke mereka. Dari sekian partai itu, yang bisa memenuhi persyaratan saya adalah PAN," kata Rhoma Irama dalam acara Mata Najwa.

Bergabungnya Rhoma Irama ke PAN membuat Najwa bertanya kenapa raja dangdut itu tidak memilih PPP.

Pasalnya, pada tahun 1977 silam, Rhoma Irama memulai karir politiknya melalui juru kampanye PPP.

Rhoma Irama mengatakan alasan memilih PPP sebagai awal karir politiknya adalah karena PPP merupakan satu-satunya partai yang berazas Islam saat itu.

Belum Tentukan Dukungan Politik, Yusril: PBB Lebih Sreg dengan Pasangan yang Ada Ulamanya

"Pilihan mendukung PPP ketika waktu itu dikuasai Golkar tentu bukan tanpa resiko. Saya pernah baca, setiap kali anda hendak berkampanye untuk PPP, sebelumnya harus cium tangan ibu karena khawatir terjadi sesuatu pada anda," kata Najwa.

"Ridho Allah tergantung pada ridho orangtua. Jadi sebelum ibu saya ridho, saya tidak berani melangkah apalagi dalam perjuangan besar," jawabnya.

Najwa Shihab juga menanyakan resiko-resiko yang pernah dihadapi oleh penyanyi berusia 71 tahun tersebut.

"Alhamdulillah, banyak," jawab Rhoma sambil terkekeh.

Rhoma Irama mengaku bahwa dirinya pernah mendapatkan percobaan pembunuhan sampai empat kali setiap berkampanye di daerah-daerah tertentu.

Kasus percobaan pembunuhan pertama yang diceritakannya adalah ketika Rhoma Irama berkampanye di Medan.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Tags:
Partai Persatuan Pembangunan (PPP)Rhoma Irama
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved