Pemilu 2019
Demokrat Disindir karena Kerap Kritik Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Jangan Dilihat sebagai Kebencian
Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menjawab kritikan dari netizen terkait sikap Partai Demokrat yang kerap melontarkan kritik kepada Jokowi
Penulis: Wahyu Ardianti
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menjawab kritikan dari netizen terkait sikap Partai Demokrat yang kerap melontarkan kritik di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, melaui kaun Twitter @LawanPoLitikJKW yang ia tulis, pada Selasa (22/8/2018).
Dalam cuitan tersebut, mulanya seorang netizen dengan akun @RustamIbrahim menuliskan kritik kepada Partai Demokrat.
Akun @RustamIbrahim tersebut bahwa Partai Demokrat ingin mendapatkan keuntungan elektoral di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dengan mengkritik Joko Widodo (Jokowi).
• Anthony Ginting Alami Cedera di Final Bulutangkis Asian Games, Jokowi Langsung Besuk dan Beri Pujian
Setelah itu, @RustamIbrahim menyebut, jika hal tersebut justru akan membuat para pendukung Jokowi membongkar kegagalan dan kelemahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di masa lalu.
"Jika Partai Demokrat berharap akan mendapatkan keuntungan elektoral dalam Pileg 2019 dengan mengkritik Jokowi saya pikir justru sebaliknya. Pendukung2 Jokowi justru akan membongkar kembali kegagalan & kelemahan SBY dimasa lalu, yang sudah dilupakan.@LawanPoLitikJKW @AndiArief__," tulis akun @RustamIbrahim.
Mendapatkan cuitan tersebut, Ferdinand Hutahaean lantas menyebut bahwa kritik merupakan vitamin untuk penguasa.
Ferdinand berharap agar kritik bukan dinilai sebagai kebencian, namun dinilai sebagai koreksi untuk bersama meluruskan kebangsaan.
Politisi Demokrat itu lantas menyebut bahwa kritik tidak selalu dengan urusan partai dan elektoral.
"Kritik itu vitamin bagi penguasa. Jgn dilihat sebagai kebencian. Lihatlah itu sbg bentuk koreksi utk sama2 meluruskan jalan kebangsaan.
• Sikap Perwakilan China Shi Yuqi saat Melihat Anthony Sinisiuka Ginting Alami Cedera Kaki
Kritik, tdk selalu untuk urusan partai dan elektoral, tp urusan kebangsaan lbh banyak lepas dr urusan partai. Kita sama mencintai Indonesia," tulisnya.
• Alissa Wahid: Fatwa MUI Tidak Mengikat, juga Bukan Hukum Positif
Diketahui, partai-partai oposisi kerap melontarkan sejumlah kritik atas kebijakan pemerintahan Jokowi.
Kritik-kritik tersebut semakin gencar saat mendekati pileg dan Pilpres 2019. (TribunWow.com/Woro Seto)