Pilpres 2019
Mardani Ali Sera Sindir Timses Jokowi-Maruf, Politisi PKPI Teddy Gusnaidi Beri Tanggapan
Teddy Gusnaidi memberikan tanggapan atas pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang menyindir struktur tim pemenangan pasangan Jokowi-Maruf Amin.
Penulis: Vintoko
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Politisi PKPI, Teddy Gusnaidi memberikan tanggapan atas pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang menyindir struktur tim pemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter, @TeddyGusnaidi, yang diunggah pada Rabu (22/8/2018).
Awalnya, Teddy mentautkan pemberitaan saat Mardani Ali Sera menyebut intelligence quotient atau kecerdasan intelektual (IQ) komunal timses Jokowi-Ma'ruf hanya 80.
• Soal Utang Negara, Ferdinand Hutahaean Bandingkan Pernyataan Jokowi dan Abu Janda di ILC
Terkait hal itu, Teddy segera mengatakan jika untuk mengukur IQ seharusnya berdasarkan ilmiah dan bukan berdasarkan kebencian.
Bahkan, dirinya menyebut IQ komunal PKS rendah saat memilih bergabung dengan koalisi Prabowo.
@TeddyGusnaidi: "Mengukur IQ itu harus berdasarkan ilmiah, bukan berdasarkan kebencian.
Ketika PKS bergabung dengan koalisi Prabowo, secara ilmiah, IQ Komunal PKS dapat dipastikan rendah.
@MardaniAliSera @PKSejahtera
@msi_sohibuliman"

Cuitan Teddy Gusnaidi (Capture Twitter)
Sementara itu diberitakan Tribunnews, sembilan Sekretaris Jenderal Partai pengusung bakal pasangan calon Jokowi-Maruf menyerahkan struktur tim pemenangannya ke KPU pada Senin (20/8/2018).
Struktur tim yang diserahkan berjumlah 150 orang, lengkap mulai dari dewan pembina, pengarah, hingga direktur.
Hanya saja belum ada nama ketua tim pemenangan.
Tim pemenangan masih berubah hingga satu hari menjelang masa kampanye.
Terkait hal itu, Mardani Ali Sera merasa heran jika dalam struktur tim pemenangan yang diserahkan tersebut belum juga dicantumkan nama Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) .
"Aneh semua lengkap sampai 150 nama tapi ketua nggak ada," kata Mardani, Selasa, (21/8/2018).
• Perang di Medsos, Abu Janda Ceritakan Asal Muasal Sebutan Kampret dan Cebong
Menurut Mardani, belum adanya nama ketua memunculkan spekulasi bahwa tim pemenangan sangat bergantung pada peronal, bukan tim.
"Padahal bisa jadi IQ personal 120 tapi IQ komunal (kumpulan) bisa cuma 80, karena semua sangat tergantung ketua, ketua dan ketua," katanya.