Breaking News:

Yenny Wahid Sebut NU Bukan Mesin Elektoral, Tamrin Beri Bantahan

Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid memberikan penyataan terkait posisi Nahdatul Ulama (NU).

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
Kolase Website UI/Tribunnews
Tamrin Tomagola dan Yenny Wahid 

TRIBUNWOW.COM - Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid memberikan penyataan terkait posisi Nahdatul Ulama (NU).

Pernyataan itu diberikan Yenny Wahid saat hadir dalam acara Mata Najwa, Rabu (15/8/2018).

Yenny mengatakan jika NU adalah penjaga moral bangsa dan bukan mesin elektoral.

Menanggapi hal itu, guru besar sekaligus sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Tamrin Tomagola memberikan tanggapan melalui Twitter miliknya, @tamrintomagola, Kamis (16/8/2018).

Tamrin memberikan bantahan pada pernyataan Yenny itu dengan mengatakan posisi NU saat ini menurutnya.

"Teman fb ngutip pernyataan Yenny Wahid di dindingnya: "NU itu penjaga moral bangsa, bukan mesin elektoral" !!!

Ternyata jelang Pilpres 2019, NU sudah jadi dua2nya Mbak Yenny: menjadi mesin elektoral dengan bermodal moral pengancam !," tulis Tamrin.

Komentari Pidato Jokowi, Hinca Pandjaitan Soroti Persoalan Narkoba

Kicauan Tamrin Tomagola
Kicauan Tamrin Tomagola (Capture Twitter)

Sementara itu, diberitakan sebelumnya dari Tribunnews, Yenny Wahid menegaskan NU sebagai penjaga moral, bukan mesin elektoral.

Hal ini dikatakan oleh Yenny saat gaduh NU turut dilibatkan dalam pengambilan keputusan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi).

Dalam acara Mata Najwa yang tayang Rabu (15/8/2018) malam di Trans 7, Yenny Wahid menegaskan kalau NU bukan partai politik.

"NU ini penjaga moral bangsa. Dan Gus Mus secara gamblang mengatakan kalau NU bukan parpol dan tak punya ikatan dengan parpol mana pun. Sehongga tak boleh resah, galau dengan yang terjadi di pilpres (pemilihan presiden) dan pileg (pemilihan legislatif)," ucapnya.

Ia melanjutkan, memang ada beberapa kader NU di dalam struktural (PBNU) yang terbawa arus politik sehingga ikut-ikutan berpolitik praktis.

Maklumi Sikap Andi Arief, Ferdinand Hutahaean: Kita Semua Kecewa, kalau Dibilang Marah Ya Marah

Hal itu jelas terlihat ketika Mahfud MD yang menjadi calon kuat Cawapres Jokowi.

Ia menyebut kalau kader NU di dalam struktural tidak mendukung Mahfud MD menjadi Cawapres Jokowi.

"Kiai NU secara kultru menerima semua Mahfud MD, yang tidak mendukung NU struktural yang dekat dengan parpol tertentu (PKB). Ini yang gak dukung. Mungkin ada kepentingan jangka pendek dari Ketum PKB (Muhaimin Iskandar), kemudian NU agak kebawabawa," tuturnya.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Tags:
Yenny WahidNahdatul UlamaTribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved