Breaking News:

Pilpres 2019

Andi Arief: Saya Enggak Mungkin Ditertibkan demi Menutupi Apa yang Fadli Zon Bicarakan

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat kembali singgung perihal polemik isu mahar Rp 500 miliar.

Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Claudia Noventa
Kolase TribunWow.com/Tribunnews
Andi Arief dan Fadli Zon 

Hal ini juga ia sampaikan di Twitternya pada Sabtu (11/8/2018).

Sindir Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Gemuk, Mardani Ali Sera: Kita Sayang Sebenarnya, Kasih Tahu

@AndiArief__: "Saya terpaksa mentuit soal mahar ini karena PAN dan PKS memberi ancaman untuk membawa ke ranah hukum. saya siap dan kesempatan ini menjelaskan pada publik."

Postingan Andi Arief
Postingan Andi Arief (Capture/Twitter)

Diketahui sebelumnya, hubungan antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat memanas akibat polemik ini.

Hal ini disebabkan oleh nama Sandiaga Uno yang tiba-tiba masuk dalam bursa cawapres Prabowo hingga memancing reaksi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Prabowo sebagai 'jenderal kardus'.

Keputusan Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 ini sempat membuat Partai Demokrat membatalkan koalisi dan mengadakan pertemuan darurat pada Jumat (10/8/2018) pagi untuk menentukan sikap selanjutnya.

Dikutip TribunWow dari Breaking News KompasTV, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat EE Mangindaan menegaskan bahwa Partai Demokrat akan mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Bukan Polling di Twitter, Refly Harun Buat Testing The Water di Instagram Pilihan Capres Cawapres

Hal ini berdasarkan pertimbangan survei internal Partai Demokrat.

"Hasil survei internal menunjukkan bahwa 62 persen mendukung Pak Prabowo dan 38 persen mendukung Pak Jokowi.

Atas dasar ini, dan sejumlah pertimbangan-pertimbangan lainnya, Majelis Tinggi Partai Demokrat memutuskan untuk melakukan penjajakan koalisi dengan Bapak Prabowo Subianto.

Said Aqil Siradj Sebut Maruf Amin Harus Mundur dari Jabatannya sebagai Rais Aam PBNU

Setelah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak Pak Prabowo dan Partai Gerindra, serta partai pengusung lainnya maka Majelis Tinggi Partai Demokrat pada sidang pagi hari ini (10/8/2018) memutuskan untuk mengusung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno," tegas EE Mangindaan. (*)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Andi AriefFadli ZonTwitterMaharSandiaga UnoPrabowo SubiantoPartai Demokrat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved