Breaking News:

Gerindra Ajak Jubir PSI untuk 'Move On' terkait Kasus Korupsi Sanusi

Juru Bicara Bidang Kepemudaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi memberikan sindiran kepada partai Gerindra.

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Astini Mega Sari
Capture Youtube
Jubir Bidang Kepemudaan PSI, Dedek Prayudi 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Bidang Kepemudaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi memberikan sindiran kepada partai Gerindra melalui Twitter miliknya @Uki23.

Mulanya ia menautkan berita tahun 2017 yang mengatakan jika Sanusi yang kala itu menjadi kader Gerindra telah ditangkap pada kasus reklamasi.

Dedek pun juga memberikan bantahan yang ditujukan pada Ahok terkait kasus yang sama.

"Satu hal yang saya tidak paham dari pikiran mereka yang menuduh Ahok korupsi reklamasi ketika hukum sudah menetapkan Sanusi dari Partai @Gerindra sebagai koruptor dalam kasus reklamasi," tulis Dedek, Kamis (26/7/2018).

Kicauan Dedek Prayudi
Kicauan Dedek Prayudi (Capture Twitter@Uki23)

Akun Twitter Partai Gerindra pun membalas dengan mengatakan 'move on' dari kasus tersebut.

Karena dirasa kasus itu telah mendapatkan keputusan hukum.

Sehingga yang perlu dilanjutkan adalah kasus penyelidikan yang berdasarkan laporan dari masyarakat.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni: Rasanya Pak SBY Lebih Pas Mendukung Jokowi

"Jika mau berantas korupsi jangan selalu yang dibahas yang sudah ada keputusan hukum. Lanjutkan penyelidikan atas laporan-laporan masyarakat. Move On!" jawab @Gerindra, Senin (30/7/2018).

Jubir dari PSI ini pun kembali menjawab dengan mengatakan jika partai Gerindra adalah partai yang paling banyak mengusung bakal calon legislatif (bacaleg) mantan koruptor.

"Tanggapan akun official @Gerindra atas twit ku ini membuatku paham kenapa partai ini mengusung paling banyak eks napi korupsi. Penyelidikan lanjut terus, fakta hukum yang memenjarakan kader anda, mau dilupakan?" balas Dedek.

Kicauan Dedek Prayudi
Kicauan Dedek Prayudi (Capture Twitter@Uki23)

Sementara itu, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengungkapkan, pihaknya tidak bisa mendeteksi semua bacaleg yang berlatar belakang mantan narapidana kasus korupsi.

Hal tersebut Andre ungkapkan menanggapi rilis yang dikeluarkan Bawaslu bahwa bacaleg dari Partai Gerinda tertinggi menyumbang mantan napi korupsi dengan 27 caleg.

"Nah kalau ternyata di daftar Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) banyak, terus terang ini kan ada puluhan ribu (caleg yang diusung Partai Gerindra) ya. Daftar caleg mungkin memang tidak terdeteksi dengan kita. Ternyata ada beberapa orang yang eks napi (korupsi)," ujar Andre saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/7/2018).

Presidential Threshold 20 Persen Disebut Warisan SBY, Rizal Ramli Beri Penjelasan yang Berbeda

Andre menuturkan, salah satu bacaleg yang diusung Partai Gerindra yang merupakan mantan napi korupsi adalah Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.

Sedangkan bacaleg DPRD kota/kabupaten lain, Andre mengatakan, tak bisa memantau secara rinci.

"Kita di DPR RI nggak ada (caleg eks napi korupsi). Calon DPR RI nggak ada, yang kita ketahui itu memang ada pak Taufik caleg DPRD DKI Jakarta, lalu bang Taufik ini meminta untuk diberi kesempatan untuk memperjuangkan hak politik beliau," tutur Andre.

"Tapi sikap partai tidak mendukung kebijakan beliau. Itu (judicial review) dilakukan atas beliau pribadi tanpa ada dukungan dan fasilitasi dari partai," lanjutnya.

Namun, Andre memastikan partainya akan segera mengevaluasi hasil penemuan yang dirilis oleh Bawaslu tersebut.

PKS Sebut Koalisi Gerindra Bukan Harga Mati hingga 2019 Tak Akan Ganti Presiden

Sementara itu, setelah Bawaslu mengeluarkan rilis sejumlah 27 bacaleg partai Gerindra mantan narapidana korupsi, tutur Andre, akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Tentu akan ada evaluasi dari partai terhadap pengumuman ini. Tunggu saja," ujar Andre.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu RI menemukan ada 199 bakal caleg yang merupakan eks napi korupsi.

Terbanyak diketahui berasal dari Partai Gerindra, sementara PSI menjadi satu-satunya partai nasional yang tak mencalonkan koruptor di Pileg 2019. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Partai GerindraTwitterDedek PrayudiSanusi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved