Breaking News:

Pilpres 2019

Teddy Gusnaidi Sebut Partai Demokrat Akan Jadi Kerikil jika Ada di Barisan Jokowi

Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi tampak menyoroti manuver politik Partai Demokrat dalam Pilpres 2019.

Penulis: Laila N
Editor: Claudia Noventa
istimewa
Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo 

TRIBUNWOW.COM - Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi, tampak menyoroti manuver politik Partai Demokrat dalam Pilpres 2019.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter, @TeddyGusnaidi, yang diunggah pada Sabtu (28/7/2018).

Awalnya, Teddy Gusnaidi mengatakan jika SBY ingin berada di barisan Jokowi.

"Loh.. faktanya SBY dari dulu hingga detik ini masih ingin ke barisan Jokowi, sangat jelas tersirat dari statement SBY.

Kalau gak ingin gak mungkin dia 'merengek' di media.

Tapi mainnya kebablasan, maka gue tantang dia "keluar" dari kelompok Jokowi kalau berani.

Gak berani kan?," kata Teddy Gusnaidi.

Sindir PAN, Ali Ngabalin: Kalau Anda Mau Kabinet Dikasih tapi Jangan Berkhianat

Postingan tersebut kemudian ditanggapi oleh netizen dengan akun @Qarn66 yang menyebut jika Teddy ingin SBY bergabung dengan Jokowi.

"Keinginan dan fakta kan beda?
Anda berkeinginan PD merapat ke jokowi agar analisis Anda terbukti. Faktanya? Kan gak...," tulis @Qarn66.

Teddy pun membantah hal tersebut dan menegaskan jika dirinya hanya memaparkan keinginan Partai Demokrat.

Lebih lanjut, Teddy menganggap jika Demokrat akan menjadi kerikil jika berada dalam barisan Jokowi.

"Sejak kapan gue INGIN PD merapat ke Jokowi? gue hanya paparkan fakta bahwa PD dari awal "dibarisan" Jokowi dan itu diaminkan SBY.

Wong dari awal gue bilang PD akan jadi kerikil kalau ada dibarisan Jokowi, tapi dari analisis gue, PD itu ingin ke Jokowi, dan terbukti," jawab @TeddyGusnaidi.

Tanggapi Postingan Said Didu, Fadli Zon: Jangan sampai BUMN Bangkrut atau Dibangkrutkan

Postingan Teddy Gusnaidi
Postingan Teddy Gusnaidi (Capture/Twitter)

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri.

Termasuk hambatan kenapa Demokrat tak berkoalisi dengan Jokowi.

Hal itu tampak dari jumpa pers SBY yang disiarkan KompasTV pada Rabu (25/7/2018) malam.

Menurutnya, Jokowi sungguh-sungguh mengajaknya untuk bergabung.

Setiap bertemu dengan Jokowi, SBY menanyakan apakah partai koalisi Jokowi lainnya bisa menerima Demokrat jika bergabung.

Jokowi mengatakan bisa, namun, SBY kemudian melihat realitas hubungannya dengan Megawati, yang menurutnya belum pulih.

"Masih ada jarak, masih ada hambatan di situ," terang SBY.

Ia pun masih berfikir positif karena yang mengajak Jokowi, jadi kenapa tidak?

Kemudian, SBY memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang mengatakan jika dirinya mengajukan cawapres kepada Jokowi.

SBY menegaskan jika hal tersebut sama sekali tidak benar.

Gerindra Angkat Bicara usai Dikritik karena Usung 27 Bakal Calon Legislatif Mantan Napi Koruptor

"Tidak pernah, termasuk yang disebut-sebut AHY, silahkan ditanyakan kepada Pak Jokowi. Pak Jokowi juga tidak pernah menawarkan posisi cawapres kepada Demokrat," ungkapnya.

"Jadi kami selama melakukan 5 kali pertemuan secara intensif tidak pernah membahas cawapres, kami tidak pernah meminta, dan beliau juga tidak pernah menawari posisi itu."

SBY lantas menjelaskan perubahan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya harus mengatakan nampaknya ada hambatan bagi Demokrat untuk berada dalam koalisi. Sungguh pun saya benar-benar merasakan kesungguhan Pak Jokowi untuk mengajak kami, tetapi saya mengetahui tanpa harus saya sampaikan dari mana sumbernya, memang tidak terbuka jalan bagi Demokrat untuk berkoalisi dengan beliau," ujar SBY.

Sementara itu, Demokrat sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan Gerindra pada Selasa (24/7/2018).

Diberitakan Tribunnews, satu di antara kesepakatan yang dicapai adalah kesamaan visi dan misi sebagai dasar untuk membangun koalisi dalam pilpres 2019.

SBY mengungkapkan sejak awal, jalan koalisi kedua parpol terbuka sangat lebar.

"Jalan untuk bangun koalisi ini terbuka lebar, apalagi setelah kami berdua sepakat atas apa yang menjadi persoalan bangsa 5 tahun ke depan, sepakat atas apa yang diinginkan rakyat dan masyrakat, grassroot sebelum kita berbicara kolisi," ujar SBY dalam jumpa pers bersama Prabowo di kediamannya, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

SBY menuturkan bahwa isu dan visi serta misi ini perlu disepakati lebih dulu sebelum menyatakan koalisi.

Jika hal ini sudah disepakati, maka koalisi pun bisa lebih mudah terbangun.

Live Streaming Liga 1 Indonesia: Barito Putera Vs Madura United, Pukul 18.30 WIB di Vidio.com

"Saya katakan tersedia (berkoalisi). Koalisi yang efektif yang kokoh harus berangkat dari niat baik, good will. Harus saling menghormati, mutual respect, dan saling percaya, mutual trust dan memiliki chemistry yang baik," ujar SBY.

Setelah pertemuan ini, SBY mengaku kedua parpol akan melakukan pertemuan-pertemuan lain untuk membahas secara detil dan teknis.

Kedua parpol juga membentuk tim kecil yang akan bertugas menyusun teknis persiapan koalisi kedua partai.

Di dalam pertemuan ini, kedua parpol belum membuat kesepakatan soal posisi calon wakil presiden bagi Prabowo.

Namun, SBY memastikan koalisi Demokrat dan Gerindra dibangun untuk membawa Prabowo sebagai calon presiden.

Kedua parpol ini secara suara sudah cukup memenuhi syarat presidential threshold 20 persen kursi di DPR. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Nasrudin ZulkarnaenTeddy GusnaidiSusilo Bambang Yudhoyono (SBY)Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved