Teddy Gusnaidi: Demokrat Lupakan Jokowi, Belajarlah Punya Pendirian
Dewan pakar PKPI, Teddy Gusnaidi menuliskan cuitan yang menanggapi koalisi partai oposisi menjelang Pilpres 2019.
Penulis: Wahyu Ardianti
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sebelumnya, Politisi Demokrat, Andi Arief menuliskan kicauan soal rencana pertemuan pimpinan Partai Gerindra dengan Partai Demokrat.
Melalui akun Twitter @AndiArief__, Jumat (21/7/2018), Andi Arief menyebutkan bahwa pada tanggal 24 Juli, Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto akan melakukan pertemuan.
Dalam kicauan tersebut Andi mengatakan jika SBY dan Prabowo akan membeberkan hasil dari pertemuan mereka.
"Selasa 24 Juli pertemuan Ketum Demokrat SBY dan Ketum Gerindra Prabowo di Kuningan. Tgl 22 - 23 Juli pertemuan pendahuluan tiga pimpinan partai Demokrat dengan pimpinan partai Gerindra. Statemen bersama SBY-Prabowo 24 Juli akan ungkap isi pertemuan.
Pertemuan pimpinan partai itu bukan persekongkolan dan permufakatan pribadi, karena itu setiap yang menyangkut masyarakat banyak harus diumumkan terbuka kepada publik," tulisnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang akan dibicarakan dalam pertemuan antara Prabowo dengan SBY.
"Fokus dengan Demokrat, satu tentu membahas kondisi bangsa hari ini dan ke depan. Kedua, tentu membahas koalisi, ketiga pasti juga membahas cawapres," ujar Riza saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7/2018) seperti yang dilansir dari Kompas.com.
Riza mengatakan, Prabowo ingin mendengar masukan dari Partai Demokrat mengenai format koalisi yang ditawarkan.
Selain itu, partainya juga ingin mendengar nilai tambah dari sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang diusulkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo.
• Nonton Film Kulari ke Pantai bersama 300 Anak di Istana Presiden, Jokowi Angkat Kursi Sendiri
"Selama ini disampaikan AHY punya segmen pasar pemilih pemula, pemilih muda, pemilih milenial, cerdas, pintar dan ganteng," kata Riza.
"Itu kan selama ini disampaikan. Nanti kan di dalam diskusi berkembang apa sih nilai plus kehadiran AHY kalau jadi cawapres," ucapnya.
Tak hanya dengan Demokrat, kata Riza, Partai Gerindra juga melakukan diskusi dengan calon mitra koalisi, yakni PKS dan PAN.
Dalam diskusi tersebut dibahas beberapa nama kandidat yang dicalonkan sebagai cawapres Prabowo.
"Sebagaimana juga kita diskusi dengan partai lain. Kalau Pak Zulhas jadi cawapres, apa sih nilai tambahnya. Kemudian apa sih kelebihan dari PKS kalau jadi cawapres," tutur Riza.
Semula pertemuan SBY-Prabowo dijadwalkan berlangsung pada Rabu (18/7/2018) malam.
Namun pertemuan itu harus ditunda karena SBY mengalami kelelahan dan harus dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Pertemuan tersebut tetap dilakukan Prabowo dengan agenda menjenguk SBY, bukan membahas soal partai politik. (TribunWow.com/Woro Seto)
• Rachland Nashidik Bandingkan Sikap TGB dengan Rizal Ramli terhadap SBY