Sindir Pimpinan Lembaga Survei, Said Didu: Ini Cara Alihkan Kesalahan
Mantan staf khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu, turut menanggapi pernyataan seorang pimpinan lembaga survei.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Mantan staf khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu, turut menanggapi pernyataan seorang pimpinan lembaga survei.
Tanggapan tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter, @saididu, yang diunggah pada Rabu (4/7/2018).
Said Didu mengatakan jika ada seorang pimpinan lembaga survei yang memviralkan perbandingan hasil quick count vs real count.
Menurut Said Didu, publik tidak mempersoalkan terkait perbandingan hasil Pilkada, melainkan perbedaan yang mencolok antara quick count sebelum dan sesudah Pilkada.
• Live Streaming Babak 16 Besar Indonesia Open 2018, Pukul 11.45 WIB di Trans 7
Said Didu menyatakan jika pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan lembaga survei itu merupakan cara mengalihkan sebuah kesalahan.
Hingga berita ini diturunkan, Said Didu tidak mengatakan siapa pimpinan lembaga survei yang ia maksud.
"Ada pimpinan lembaga Survey yg sdh viralkan perbandingan hasil Quick Count vs Real Count pdhl yg dipermasalahkan publik adalah perbedaan menyolok antara hsl Survey bbrp hari sblm pilkada vs quick count.
Ini cara alihkan kesalahan," tulis @saididu.
Dalam laman Twitternya, Said Didu juga mengunggah ulang pernyataannya beberapa waktu lalu mengenai hasil survei yang bias.
Menurut Said Didu, perbedaan yang terlalu besar disebabkan oleh kesalahan metodologi.
• Balas Cuitan Presiden Jokowi, PM Malaysia Mahathir Mohamad Ungkap Kekagumannya
"Bias hasil survey dg hasil nyata yg terlalu besar bisa disebabkan krn kesalahan metodologi. Kesalahan metodologi bisa karena :
1) ketidakmampuan membuat rancob atau
2) kesengajaan.
Penyebab 1) itu KEBODOHAN, penyebab 2) itu KEBOHONGAN statistik dan KEBOHONGAN inilah yg kejahatan," ujar @saididu.

Sebelumnya, Said Didu juga sempat menyoroti mengenai hasil survei.