Fahri Hamzah Sebut Pendukung Presiden Radikal, Teddy Gusnaidi: Maksudnya Presiden PKS?
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan komentarnya terkait para pendukung presiden.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Astini Mega Sari
Kaum radikal ini sukses menunggangi presiden untuk melakukan stigmatisasi bahkan persekusi kepada lawan.
Dan akhirnya demikian, ulama “anti Pancasila” sudah kena serang semuanya. Ormas diancam dan dibubarkan dengan mudahnya. Parpol oposisi kena label mendukung kelompok anti Pancasila. Dan kampus.....babak belur...rektor, dosen dan mahasiswa ditekuk. Lumat!
• Rocky Gerung Tolak Presidential Threshold, Politikus PDIP: Bung Perbanyak Piknik Dulu
Kampus kita dalam tragedi. Para rektor dikumpulkan oleh menteri. Lalu disuruh mengumumkan #KampusPancasila sebagai lawan “Kampus Anti Pancasila” atau mereka memakai kata “kampus radikal tempat bibit2 teroris berkembang”. Bapak rektor mati kuti.
Sekarang kritik dilarang masuk kampus. Penceramah tertentu dilarang menyampaikan pikirannya di hadapan mahasiswa dan Civitas akademika.
Rektor bisa kena damprat kalau membolehkan peng-kritik pemerintah diundang dan berceramah.
Terjadilah piramida penganiayaan. Kaum radikal fundamentalis dan ekstremis ini membisikkan presiden, lalu presiden menekan menteri, menteri menekan rektor, rektor menekan dosen, dosen menekan mahasiswa. Maka tidurlah gerakan mahasiswa. Kampus senyap tanpa suara.
Semalam saya mendengar kabar bahwa seorang dosen senior UI dipanggil oleh majelis wali amanah gara-gara mengundang bang @RamliRizal untuk diskusi.
Mereka mempersoalkan penggunaan lambang makara. Karena sang dosen memang bagian dari alumni.
• Balas Cuitan Presiden Jokowi, PM Malaysia Mahathir Mohamad Ungkap Kekagumannya
Teman-teman Alumni UI yang berserikat dan membentuk organisasi alumni dan sudah mendapat pengesahan @Kemenkumham_RI dibubarkan karena memakai lambang makara UI padahal bimbingan belajar, warung fotokopi, dll bisa pakai. Ini alasan karena sering kritik. Dan diskusi.
Kaum radikal dan fundamentalis itu kini puas karena pengendalian melalui naratif “saya Pancasila dan kamu anti Pancasila” ini sukses. Ada rasa takut dituduh “anti Pancasila” apabila melakukan apapun yang bertentangan alur negara. Jadilah semua diam.
Silahkan dilanjutkan,
Sebab rasanya semua juga merasa bahwa keberadaan kelompok radikal di sekitar kekuasaan memang mengganggu kita semua," tulis Fahri Hamzah. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)