Politikus PKPI Beberkan Strategi PKS untuk Menjadikan Jokowi sebagai Capres Tunggal
Politikus PKPI, Teddy Gusnaidi membeberkan tindakan PKS yang menurutnya akan menjadikan Jokowi sebagai capres tunggal.
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Politikus PKPI, Teddy Gusnaidi membeberkan tindakan PKS yang menurutnya akan menjadikan Jokowi sebagai capres tunggal.
Teddy mengatakan sikap PKS yang selama ini tidak ingin bergabung dengan Jokowi, atas suatu dasar tertentu.
Dirinya mengatakan jika selama ini PKS juga tidak ingin bergabung dengan Gerindra lantaran menurutnya hitungan politiknya akan kalah.
Maka dari itu, dirinya memberikan analisa jika PKS akan meninggalkan Gerindra di batas waktu pendaftaran Capres.
Menurut Teddy, hal ini merupakan srategi PKS tersebut hanya untuk menjadikan Jokowi sebagai capres tunggal.
• Reaksi Tsamara Amany saat Ditertawakan Lantaran Ucapannya soal Oposisi Memberi Masukan
Berikut cuitan Teddy yang dikutip dari Twitter, @TeddyGusnaidi, Jumat (22/6/2018).
"Yang tidak mau bergabung dengan Jokowi hanya PKS, tapi PKS tdk ingin juga bergabung dengan Gerindra, hitungan politiknya kalah.
Gue udah buka (analisa) strategi PKS untuk meninggalkan Gerindra di batas waktu pendaftaran capres, sehingga PKS berjasa menjadikan Jokowi Capres tunggal."
• Sebut Ganjar Terlalu Perkasa di Jateng, Denny Siregar Ungkap Rahasia di Balik Tingginya Suara
Gerindra Diyakini Tinggalkan PKS
Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo meyakini pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais, dan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Mekkah ada keterkaitan dengan Pilpres 2019.
Dia bahkan menilai pertemuan tersebut bisa mengubah peta politik menjelang pilpres tahun depan.
“Dugaan kuat akan terjadi rekonfigurasi koalisi baru untuk Pilpres 2019 antara Gerindra dan PAN dengan meninggalkan PKS,” kata Ari dikutip dari Kompas.com.
• Fadli Zon Tanggapi Sindiran Raja Juli Antoni: Anda Urus Partai Sendiri Saja Belum Tentu Lolos
Ari juga mryakini terbangunnya koalisi Partai Gerindra bersama PAN tanpa PKS.
“Partai Gerindra memperoleh 13 persen, sedangkan PAN 8,8 persen itu kursi 20 persen Gerindra dan PAN bisa maju mengajukan pilpres tanpa PKS,” ucap Ari.
Selain itu, Ari mempertanyakan ketidakhadiran elite PKS saat pertemuan antara Prabowo Subianto, Amien Rais, dan Rizieq Shihab.
“Umrah politik itu mengapa tanpa kehadiran pimpinan atau tokoh PKS, ini pertanyaan besarnya,” kata dia.
Tidak adanya elite PKS, kata Ari, bisa menjadi sinyal bahwa Partai Gerindra dan PAN akan membentuk poros tanpa PKS. (TribunWow/Dian Naren)