Jansen Sitindaon: Pelantikan Komjen Iriawan Bukti Mendagri Tak Percaya Kemampuan Pegawai Negeri
Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum, Jansen Sitindaon menilai pelantikan Komjen Iriawan menciderai banyak pihak.
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum, Jansen Sitindaon menilai pelantikan Komjen Iriawan menjadi Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat sudah menciderai banyak pihak.
Dirinya merasa ironi lantaran masih tersedianya banyak pegawai negeri yang menurutnya cakap sehingga tidak memerlukan pengangkatan Plt Gubernur dari Institusi Kepolisian.
Menurutnya, hal ini merupakan tindakan diluar persoalan netralitas bahwa pembinaan Aparatur Sipil Negara dibawah Presiden Jokowi gagal total.
Menambahkan, menurut Jansen kebijakan ini merupakan bentuk bahwa Mendagri sendiri tidak percaya dengan kemampuan pegawai negeri yang selama 3,5 tahun ia bina sendiri.
Berikut cuitan lengkap Jansen Sitindon yang dikutip Tribunwow.com:
"Seperti tak ada lagi saja pegawai negeri di Indonesia ini yg cakap, sehingga harus mengangkat PLT Gubernur dari institusi Kepolisian cq. Polisi Aktif. Tindakan ini diluar persoalan netralitas menunjukkan pembinaan Aparatur Sipil Negara dibawah pemerintahan @jokowi Gagal Total.
Lebih berbahaya lagi jika Mendagri menunjuk Polisi Aktif jadi PLT Gubernur ini karena tidak percaya pada kemampuan pegawai negeri kita yg jelas-jelas selama 3,5 tahun terakhir ini hasil dan produk pembinaan dia sendiri.
Sudah sedemikian rendah kah kemampuan jutaan para Pegawai Negeri Sipil kita Indonesia ini, sehingga jadi PLT Gubernur saja tak mampu dan harus "mengimpor" dari kepolisian? Hanya Mendagri @tjahjo_kumolo dan Presiden @jokowi yg mampu menjawabnya.
Saya berharap dari kejadian ini para Pegawai Negeri se-Indonesia utamanya organisasi KORPRI (Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia) bersuara! Angkat bicara! Apa memang betul tidak ada lagi pegawai negeri di Indonesia ini yg eselonnya cukup syarat dan mampu jadi PLT Gubernur?
• SBY Sebut Penguasa Lampaui Batas, Teddy Gusnaidi: Pak SBY Semakin Tua Semakin Bijak
Dengan berbagai diklat, pendidikan berjenjang yg harus dilalui untuk bisa sampai di eselon tertentu (apalagi taruna STPDN yg sejak muda sudah dididik jadi Pamong handal), keyakinan saya, masih banyak PNS kita di luar sana yg cakap & handal yg mampu menduduki jabatan PLT Gubernur.
Pemerintah Presiden @jokowi ini memang doyannya buat polemik. Suka sekali buat kebijakan yg mengundang sorotan publik dan menimbulkan kecurigaan masyarakat. Kalau tidak riuh rasanya tidak hidup sudah begitu melanggar hukum lagi. Untuk kali ini @jokowi layak di ANGKET @DPR_RI!"

Kicauan Jansen (Twitter)
Diketahui sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sempat berencana menempatkan Mochamad Iriawan sebagai penjabat gubernur Jawa Barat dan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Martuani Sormin menjadi penjabat Gubernur Sumatera Utara.
Tak berselang lama, rencana tersebut gugur. Hingga pada akhirnya Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memutasi sejumlah pejabat Polri, salah satunya Iriawan.
Dalam telegram Nomor ST/663/III/KEP/2018 tertanggal 8 Maret 2018, Iriawan ditempatkan di Lembaga Ketahanan Nasional.
• Mendagri Pasang Badan Hadapi DPR soal Pelantikan Komjen Iriawan, Andi Arief: Waduh, Jangan Gitu Dong
Kini dikutip dari Kompas.com, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo secara resmi melantik Komisaris Jenderal Pol M Iriawan sebagai pejabat sementara (Pjs) Gubernur Jawa Barat menyusul rampungnya masa tugas Ahmad Heryawan periode 2013-2018.