Politisi PKPI Teddy Gusnaidi: Prabowo Harus Memilih Jadi Cawapres Jokowi atau Ditinggal Semua Partai
Dewan Presidium Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menuliskan tanggapannya mengenai capres koalisi keumatan
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Dewan Presidium Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menuliskan tanggapan-nya mengenai calon presiden (capres) yang akan diajukan koalisi keumatan, bentukan dari Habib Rizieq.
Dikutip Tribunwow.com dari Tribunnews, koalisi ini merupakan gabungan dari empat partai yakni partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Melalu website pribadinya, Teddy menuliskan judul 'Prabowo Harus Segera Bersikap: Daftar Jadi Cawapres (Calon Wakil Presiden) Jokowi, atau Jadi Penonton karena Ditinggalkan Semua Partai.
• Isu Perselingkuhan Grace Natalie dengan Ahok, Suryo Prabowo: Dua-duanya Hanya Ingin Beken

Tulisan Teddy mengenai capres dalam koalisi keumatan (Website Teddy Gusnaidi)
Teddy mengatakan jika seleksi koalisi keumatan memilih Yuzril Ihza Mahendra sebagai capres dan bukan Prabowo, apakah Gerindra dan PKS mau memberikan tiket capres tersebut pada Yuzril.
Sedangkan Gerindra telah memutuskan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bahwa Prabowo telah dicalonkan menjadi capres.
"Gerindra sudah putuskan dalam Rapat koordinasi nasional (Rakornas) bahwa tiket (capres) Gerindra untuk Prabowo. Bagaimana bisa ketika nanti PA212, FPI dan GNPF merekomendasikan Yusril? apakah Gerindra harus tunduk pada keputusan ormas (organisasi masyarakat) ? Apakah keputusan tertinggi Gerindra bisa dianulir sama ormas ?," tulis Teddy.
Teddy menambahkan, jika koalisi tersebut menjadikan calon lain untuk Presiden, maka koalisi akan layu sebelum berkembang karena partai tidak mungkin tunduk pada pilihan ormas.
• Akun yang Menuding Grace Natalie Berselingkuh dengan Ahok Mendadak Hilang
Koalisi keumatan tersebut juga akan semakin layu, jika Prabowo tidak masuk dalam nama Capres yang ditetapkan oleh Majelis Syuro PKS.
"Belum lagi jika (Prabowo) tidak terpilih salah satu dari 9 nama yang sudah ditetapkan oleh Majelis Syuro PKS. Mana mau PKS melanggar keputusan Majelis syuro hanya karena ada keputusan dari juri ormas," tulis Teddy.
Teddy menganggap koalisi keumatan ini hanya akan jadi alat pengurus ormas untuk tampil.
Bahkan, Teddy mengatakan bahwa Prabowo pasti akan ditinggal PKS.
Karena, PKS sangat tidak yakin Prabowo menang.
"Kalau PKS yakin, sudah dari awal mereka deklarasi. Pada kenyataannya tidak. Apalagi PKS sudah sangat mengenal Prabowo dan sudah bekerjasama dari tahun 2013," tambah Teddy.
• Ferdinand Hutahaen Sebut Ada Kejanggalan Sangat Vulgar Terkait E-KTP Djarot
Sedangkan Demokrat, PAN, dan PKB sudah pasti tidak mendukung Prabowo karena juga sangat tidak percaya bahwa Prabowo akan menang.
Politisi PKPI ini mengatakan bahwa waktu pendaftaran calon presiden sebentar lagi, sementara elektabilitas Prabowo semakin menurun dan kepercayaan partai lain yang mengusulkannya tidak ada.