Ada Perbedaan Soal Masjid Radikalisme, Guntur Romli: Sandi Sein Kiri, Anies Banting Setir ke Kanan
Mohamad Guntur Romli mengkritik Sandi dan Anies yang tak sepaham masalah radikalisme masuk masjid DKI Jakarta.
Penulis: Bima Sandria Argasona
Editor: Bima Sandria Argasona
TRIBUNWOW.COM - Calon legislatif (Caleg) dari Partai Soluidaritas Indonesia (PSI) Mohammad Guntur Romli komentari tak sejalannya perkataan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Pantauan TribunWow.com, Guntur menyoroti perkataan mereka berdua lantaran pendapat mereka yang berbeda soal masjid yang terpapar paham radikalisme.
Dalam kicauan yang ia tulis, pada Kamis (8/6/2018) Guntur menyebutkan jika Anies minta ditunjukkan masjid mana yang terpapar radikalisme.
• Boy William Bongkar Rahasia di Balik Lagu Duetnya bersama Ayu Ting Ting: Editannya Banyak
Sedangkan itu, Sandi menyebut jika pihaknya telah mendapatkan data 40 masjid di DKI Jakarta yang terpapar radikalisme.
Guntur menilai jika pendapat ayng dilkeluarkan oleh mereka berdua bisa menimbulkan drama.
Ia menyayangkan pemimpin yang tak suara jika mau membasmi radikalisme.
"Anies & Sandi yg tdk satu suara & tdk satu sikap soal radikalisme di masjid2 di DKI menunjukkan mrk lg main drama, main sinetron, bgmna mau menghadapi radikalisme klu pemimpinnya tdk satu suara," tulis Guntur.
• Rustam Ibrahim: Retorika Ali Ngabalin Jauh Lebih Hebat dari Fahri, Fadli Zon, Bahkan Amien Rais
Guntur lalu membuat sebuah perumpamaan atas perbedaan mereka berdua.
Layaknya sein pada kendaraan bermotor.
"Sandi mengiyakan soal data 40 masjid di DKI terpapar radikalisme, sebaliknya Anies mempertanyakan, masing2 bikin manuver sendiri, Sandi sein ke kiri, Anies banting stir ke kanan," imbuhnya.
• Tips dan Trik Mudah Siapkan Kesehatan Kulit dan Gigi Agar Tampil Optimal saat Lebaran
Sebelumnya, Sandi menyebut jika sudah ada 40 masjid di DKI Jakarta yang tersusup paham radikalisme.
Ia menghimbau agar masjid lainnya tak terjerumus dalam paham tersebut.
"Itu kami juga sudah punya datanya di teman-teman Biro Dikmental dan Bazis. Akan kami arahkan ke kegiatan kami lebih banyak ke sana," kata Sandiaga di Pulau Untung Jawa, Selasa (5/6/2018), dikutip dari Kompas.com.
Sandi sendiri meniliai jika paham radikalisme muncul karena tidak berdayanya masyrakat.
• Fahri Hamzah: Semua Pejuang Kemerdekaan itu Radikal
Untuk itu, Sandi ingin membagun perekonomian masyarakat melalui ekonomi masjid.