SBY Kenakan Kaus Bertagar #JanganDiam 'Karena Bila yang Benar Diam, maka yang Jahat Akan Menang'
Media sosial kembali diramaikan dengan tagar-tagar baru dari para politikus negeri. Kali ini tagar datang dari kubu Ketua Umum Partai Demokrat, SBY.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Media sosial kembali diramaikan dengan tagar-tagar baru dari para politikus negeri.
Kali ini tagar datang dari kubu Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Tagar tersebut bertuliskan #JanganDiam.
• Menhub Imbau Kepada Masyarakat untuk Mudik Seminggu Sebelum Lebaran
Di media sosial, SBY memang tak mengunggah langsung tagar tersebut.
Namun beberapa politisi Partai Demokrat terpantau mengunggah foto yang menyertakan tagar #JanganDiam tersebut.
Salah satunya adalah Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Dalam satu kesempatan, Ferdinand mengunggah foto SBY bersama Ani Yudhoyono tengah menonton siaran langsung final Liga Champions dengan mengenakan kaus bertuliskan #JanganDiam.
Dalam captionnya, Ferdinand menuliskan bahwa hal yang disukainya adalah SBY selalu berpesan untuk jangan diam menyuarakan kebenaran.
"Inilah yang saya suka dari Beliau. Untuk suarakan kebenaran, beliau selalu berpesan : #JanganDiam," kicau Ferdinand, Minggu (27/5/2018).
"Karena bila yang benar diam, maka yang jahat akan menang," imbuhnya.
• Jawab Foto Kedekatannya dengan Jokowi yang Viral, Fahri Hamzah: Politik Bukan untuk yang Jiwanya ABG
• Viral, Pegawai di Restoran Masakan India Populer Ini Cuci Piring dengan Air yang Tergenang di Jalan
Tak hanya Ferdinand, Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan juga mengunggah foto senada.
Dalam unggahannya, Hinca melampirkan foto SBY yang mengenakan kaus bertuliskan #JanganDiam.
Foto tersebut juga memiliki pesan yang ditulis dibawahnya. Pesan tersebut berbunyi, 'untuk maju, kita harus melangkah, untuk didengar, kita harus bersuara'.
Hinca dalam kicauannya mengatakan bahwa tagar #JanganDiam tersebut merupakan pesan moral yang bijak untuk bangsa.
"Pesan moral yang bijak untuk anak bangsa dan kita semua," kicau Hinca, Senin (28/5/2018).
• Gedung StarVision Terbakar: 16 Damkar Dikerahkan, Evakuasi Via Tangga hingga Kondisi Korban
#2019PemimpinMuda
Sebelumnya, Partai Demokrat juga telah membuat gerakan tagar.
Tagar tersebut bertuliskan #2019PemimpinMuda.
Dilansir dari Tribunnews, Wakil Sekertaris Jenderal DPP Partai Demokrat Putu Supadma Rudana mengatakan bahwa kepemimpinan Indonesia ke depan merupakan sosok pemimpin yang berjiwa muda.
Sebab, 52 persen pemilih pada Pilpres 2019 nanti merupakan generasi muda.
"Kami (Demokrat), saya liat kepemimpinan Indonesia ke depan kriterianya dikalangan milenial, karena 52 persen di masyarakat Indonesia bahkan lebih. Sehingga Indonesia butuhkan pemimpin yang jiwa muda, mengerti apa yang dinginkan masyarakat yaitu generasi muda," kata Putu Supadma dalam keterangan tertulis, Jumat (25/5/2018).
Atas alasan itu, kata Putu, Demokrat mengusung #2019PemimpinMuda, di tengah gempuran #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi.
Ketika ditanyakan, apakah #2019PemimpinMuda juga mengarah pada poros ketiga nantinya di Pilpres 2019 nanti, Putu mengatakan memunculkan hastag dalam rangka memaksimalkan partai untuk memberikan solusi.
"Kita secara maksimal ingin berikan solusi bahwa kita akan memberikan calon pemimpin muda. Dimana dalam Rapimnas kami di Sentul, Bogor, semua kader merepresentasikan kepada Mas AHY untuk bisa ke depan (tampil) dalam memberikan kontribusi dalam membangun bangsa ini dan mengabdi bagi bangsa dan negara," papar Deputi Media dan Humas Kogasma Partai Demokrat tersebut.
Sementara itu, seringkalinya figur pemimpin muda yang acap kali dibenturkan dengan minimnya pengalaman, Putu Supadma menegaskan, kepemimpinan muda saat ini tengah menjadi tren di beberapa negara.
Ia mencontohkan, seperti di Kanada, Perancis, Selandia Baru dan bahkan yang baru ini di Austria dengan umur 31 tahun.
"Tren nya justru kalau melihat kedewasaan orang dari sisi umur, kayanya kurang tepat. Tetapi, dalam membangun bangsa perlunya adanya team work bersama, jadi tidak mungkin satu orang (pemimpin) senior, muda atau tua paham semuanya, membangun bangsa memerlukan sinergi dan kebersamaan," ujar Putu.
"Makanya hastage-nya 2019PemimpinMuda, dalam arti kita mensinergikan semua kekuatan dan kemampuan generasi muda untuk memimpin negeri ini secara bersama-sama harapan kita tentunya mendapat restu dari generasi terdahulu," tambahnya. (*)