Ramadan dan Idul Fitri 2018
Makanan Khas Indonesia Ini Sesuai dengan Sunah Nabi sebagai Santapan Berbuka Puasa Lho
Di bulan ramadan yang suci ini, sajian apa yang sudah Anda siapkan untuk berbuka puasa?
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
إنما شرع الإفطار بالتمر لأنه حلو وكل حلو يقوي البصر الذي يضعف بالصوم وهذا أحسن ما قيل في المناسبة وقيل لأن الحلو يوافق الإيمان ويرق القلب وإذا كانت العلة كونه حلوا والحلو له ذلك التأثير فيلحق به الحلويات كلها قاله الشوكاني وغيره
Artinya, “Disyariatkan buka puasa dengan kurma karena ia manis. Sesuatu yang manis dapat menguatkan penglihatan (mata) yang lemah karena puasa. Ini merupakan alasan (‘illat) yang paling baik. Adapula yang berpendapat bahwa sesuatu yang manis ini sesuai dengan iman dan melembutkan hati. Apabila ‘illat kesunahan buka puasa dengan kurma itu karena manisnya dan dapat memberikan dampak positif, maka hukum ini berlaku untuk semua (makanan dan minuman) yang manis. Demikian menurut pendapat As-Syaukani dan lainnya.”
Kutipan ini menunjukan bahwa yang menjadi perhatian pada hadits di atas (kesunahan buka puasa dengan kurma) ialah maksud dan tujuan perintah Nabi Muhammad SAW.
Hadits di atas tidak membatasi kesunahan buka puasa hanya dengan mengonsumsi kurma.
Lebih dari itu, semua sesuatu yang manis disunahkan untuk dikonsumsi terlebih dahulu, sebelum mencicipi makanan yang lain.
Sehingga, makan kolak pun dapat dikatakan sunah sebab ia termasuk makanan yang manis. (*)