Breaking News:

Tsamara Amany: Tempat Ibadah Direndahkan Jadi Urusan Pemenangan Partai, Ini Harus Ditolak

Ketua DPP PSI, Tsamara Amany Alatas menolak jika tempat ibadah dijadikan sebagai tempat pemenangan partai.

Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
Twitter.com
Tsamara Amany 

TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP PSI, Tsamara Amany Alatas menolak jika tempat ibadah dijadikan sebagai tempat pemenangan partai.

Dialsnir TribunWow.com, melalui Twitter @TsamaraDKI yang ai tuliskan pada Selasa (8/5/2018).

Diketahui, Gatot Nurmantyo mengisi sebuah acara di UGM, dengan tema “Menjaga Perdamaian dan Kesatuan Bangsa Indonesia.”

Dikesempatan itu, Gatot Nurmantyo mengaku sakit hati jika masjid dilarang utnuk membahas politik.

Menurutnya, Rosulullah juga berbicara politik pemerintahan di taudah dan Masjid Nabawi.

Jelang Pilkada Serentak 2018, Fadli Zon: 6,7 Juta Pemilih Terancam Kehilangan Hak Pilih

Gatot berpendapat bahwa yang seharusnya dilarang itu adalah bicara yang mengadu domba, mengajak yang tidak benar, itu baru benar, bukan bicara politik.

Ia menambahkan jika politik itu tujuannya mulia, hanya sering disalahartikan saja.

"Seorang muslim itu, melakukan ibadah meniru Rasulnya, Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Rasul itu berbicara tentang pemerintahan, atau tentang politik di Raudhah, di Masjid Nabawi.
Kok di sini itu dilarang, itu gmana?," tulis Gatot di akun Twitter pribadinya @Nurmantyo_, Senin (7/5/2018).

Bahkan ia menyakini, larangan bicara politik di masjid hanya sebuah isu belaka, bukan hal yang terjadi sebenarnya.

Gatot meyakini, yang dilarang di masjid ketika berbicara adu domba dan fitnah.

Beberkan Sebab Banyak Tokoh Deklarasikan Diri Jadi Cawapres Jokowi, Fahri Hamzah: Itu Kelemahan

"Harusnya yang dilarang itu bukan berbicara mengenai politik. Tetapi berbicara tentang mengadu domba, berbicara mengenai mengajak yang tidak benar," tulis Gatot.

Menanggapi pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut, Tsamara memberikan tanggapan.

Menurut Tsamara, bicara soal politik kebangsaan & etika pemerintahan di dalam masjid itu diperbolehkan.

Namun, menurut politisi muda itu, berbicara politik praktis yang menjelek-jelekkan demi kepentingan politik pribadi adalah hal yang tidak pantas.

"Kalau bicara soal politik kebangsaan & etika pemerintahan, tentu nggak apa Jenderal. Tapi kalau bicara politik praktis apalagi sampai menjelek-jelekkan demi kepentingan politik pribadi, nggak pantas dong," tulisnya.

Andi Arief: Prabowo, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan Jika Dipasangkan dengan AHY Cukup Menjanjikan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Tsamara AmanyGatot NurmantyoPartai Solidaritas Indonesia (PSI)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved