Ini Alasan Tsamara Komentari Rasa Sakit Hati Gatot Nurmantyo soal Larangan Bahas Politik di Masjid
Tsamara Amany Alatas memberikan alasannya memberikan komentar Gatot Nurmantyo yang tidak sepakat jika masjid dilarang untuk bahas politik.
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP PSI, Tsamara Amany Alatas memberikan alasannya memberikan komentar soal pernyataan Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo yang tidak sepakat jika masjid dilarang untuk bahas politik.
Dihimpun TribunWow.com, melalui wawancara ekslusif Tribunnews.com dengan Tsamara, Senin (7/5/2018).
Diketahui,Gatot Nurmantyo mengisi sebuah acara di UGM, dengan tema “Menjaga Perdamaian dan Kesatuan Bangsa Indonesia.”
Dikesempatan itu, Gatot Nurmantyo mengaku sakit hati jika masjid dilarang utnuk membahas politik.
Menurutnya, Rosulullah juga berbicara politik pemerintahan di taudah dan Masjid Nabawi.
• Andi Arief: Apa Bedanya Gerakan #2019GantiPresiden dengan Dukungan untuk Ahok
Gatot berpendapat bahwa yang seharusnya dilarang itu adalah bicara yang mengadu domba, mengajak yang tidak benar, itu baru benar, bukan bicara politik.
Ia menambahkan jika politik itu tujuannya mulia, hanya sering disalahartikan saja.
"Seorang muslim itu, melakukan ibadah meniru Rasulnya, Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Rasul itu berbicara tentang pemerintahan, atau tentang politik di Raudhah, di Masjid Nabawi.
Kok di sini itu dilarang, itu gmana?," tulis Gatot di akun Twitter pribadinya @Nurmantyo_, Senin (7/5/2018).
Bahkan ia menyakini, larangan bicara politik di masjid hanya sebuah isu belaka, bukan hal yang terjadi sebenarnya.
Gatot meyakini, yang dilarang di masjid ketika berbicara adu domba dan fitanh
"Harusnya yang dilarang itu bukan berbicara mengenai politik. Tetapi berbicara tentang mengadu domba, berbicara mengenai mengajak yang tidak benar," tulis Gatot.
Menanggapi pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut, Tsamara memberikan tanggapan.
Menurut Tsamara, bicara soal politik kebangsaan & etika pemerintahan di dalam masjid itu diperbolehkan.
• PTUN Tolak Gugatan HTI, Abu Janda: Pancasila Menang, Tidak Akan Kalah Oleh Khilafah Abal-abal