Ferdinand Hutahaean Ngaku Bersedia Siapkan dan Fasilitasi Panggung Debat Rizal Ramli vs Sri Mulyani
Ferdinand Hutahaean mengatakan jika pemerintah tidak bersedia memfasilitasi, maka dirinya yang akan menyiapkan panggung untuk keduanya.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku jika dirinya siap memfasilitasi debat antara Rizal Ramli dan Sri Mulyani.
Pantauan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitternya pada Jumat (27/4/2018).
Awalnya, Ferdinanad Hutahaean menanyakan kapan debat antara Rizal Ramli vs Sri Mulyani digelar.
Ferdinand Hutahaean mengatakan jika pemerintah tidak bersedia memfasilitasi, maka dirinya yang akan menyiapkan panggung untuk keduanya.
Ferdinand kemudian mengajak Jokowi terkait hal ini, agar sang presiden selaras antara ucapan dan tindakan.
• Jawaban Gerindra Saat Ditanya Solusi Melihat Permasalahan TKA dan Apa yang Dilakukannya 2 Tahun Lalu
@LawanPoLitikJKW: Kapan ya DEBAT antara @RamliRizal dengan @KemenkeuRI SMI di selenggarakan?
Saya jadi penonton saja, asyik nih seru.
Saya bersedia siapkan dan fasilitasi panggung utk debat ini kalau pemerintah tdk bersedia.
Ayo Pak @jokowi , supaya bapak selaras antara ucapan dan tindakan.
• Rustam Ibrahim: di Pemerintahan Jokowi IHSG Melonjak, Jangan Mau Dibohongi Politisi Berkedok Ekonom

Diberitakan sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keungan dan Perindustrian (Menko Perekonomian) Rizal Ramli meminta diaturkan jadwal untuk berdebat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Pernyataan Rizal Ramli tersebut terlontar kala menanggapi omongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal utang negara.
Rizal Ramli mengaku jika debat tersebut bisa membuat ketahuan siapa yang manipulatif dan bagian dari masalah.
@RamliRizal: Wah ini asyik — tolong diatur debat terbuka RR vs SMI di TV -
akan ketahuan siapa yg manipulatif, dan merupakan bagian dari masalah.
Diketahui, Jokowi memberikan tanggapan soal utang negara, dalam cara Mata Najwa pada Rabu (25/4/2018).
Pada akhir 2017 utang Indonesia tercatat berada pada kisaran Rp 4.000 triliun.
• Dede Budhyarto: Kami Akan Mengecam Keras Jokowi Jika Ada Kompromi Politik untuk Kasus Hukum Rizieq
Utang yang terus menumpuk ini dinilai tidak sejalan dengan laju ekonomi nasional.
INDEF bahkan mengungkapkan kekhwatirannya akan kemampuan pemerintah dalam membayar utang luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengaku jika kenyataannya, kepercayaan internasional kepada Indonesia semakin meningkat.
Jokowi lantas mempersilahkan orang-orang yang mengerti ekonomi untuk berdebat dengan Sri Mulyani.
• Edhy Prabowo: Perpres TKA Ini Pengkhianatan Negara kepada Rakyatnya
"Ya kalau gini, kalau orang berbicara dnegan angka-angka dengan basis data itu bagus.
Atau ekonom, jago ekonomi makro seperti Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, dengan ekonom yang ngerti masalah makro untuk berdebat dengan angka-angka itu bisa, dengan basis data yang jelas.
Itu bagus.
Kalau yang satu ahli ekonomi makro, yang satu politikus (berdebat utang-red).
Ya, nggak nyambung.
Yang satu pakai data dan angka-angka yang satu hanya berbicara.
Kalau saya lebih percaya kepada yang mengerti masalah ekonomi makro, ya Bu Sri Mulyani. Track record-nya jelas," ujar Presiden Jokowi. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
• Mahasiswa di Lampung Ngaku Dilecehkan Saat Bimbingan Skripsi Dosen Akan Tuntut Balik Usai Dilaporkan