Breaking News:

Edhy Prabowo: Perpres TKA Ini Pengkhianatan Negara kepada Rakyatnya

Edhy Prabowo setuju jika investasi itu adalah hal yang penting, namun apakah itu sepadan dengan akibatnya pada rakyat yang tidak bisa menikmatinya?

Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Kolase/capture/Twitter
Edhy Prabowo dan Ilustrasi TKA 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Fraksi DPR-RI Partai Gerindra Edhy Prabowo angkat bicara mengenai isu tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia.

Pantauan TribunWow.com, hal tersebut tampak dari unggahan akun Twitter Partai Gerindra pada Kamis (26/4/2018).

Menurut Edhy Prabowo, Perpres TKA yang disahkan oleh Jokowi itu adalah bentuk dari pengkhianatan negara terhadap rakyat.

Edhy mengatakan apabila pemerintah harus fokus memikirkan pertumbuhan angka kerja.

Edhy Prabowo setuju jika investasi itu adalah hal yang penting, namun apakah itu sepadan dengan akibatnya pada rakyat yang tidak bisa menikmatinya?

Takut Gak Nyambung, Bukan Rizal Ramli, Rustam Ibrahim Sebut 2 Orang Ini Cocok Debat vs Sri Mulyani

@Gerindra: Perpres TKA ini sbg salah satu pengkhianatan negara kpd rakyatnya.

Pemerintah harusnya fokus memikirkan pertumbuhan angkatan kerja yg setiap tahun meningkat.

Investasi itu penting, namun apa manfaatnya jika rakyat hanya jadi penonton & mendapatkan imbas negatif? - @Edhy_Prabowo

Partai Gerindra pun menyatakan jika pihaknya mendukung pembentukan Pansus Perpres TKA ini.

Menurut Edhy Prabowo, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus menjadi alat kontrol jalannya pemerintahan.

Terutama terkait kewajiban pemerintah dalam melindungi rakyat.

Apabila terdapat kebijakan yang melenceng dari UUD 1945, maka DPR wajib bergerak.

Andi Arief: Belum Terbayang Jalan Apa yang Ditempuh Pak Jokowi, Apakah Akan Terpaksa Ingkari janji?

Edhy Prabowo juga mengungkapkan saat ini keberpihakan DPR terhadap rakyat sedang diuji melalui Perpres TKA ini.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Tenaga kerja asingEdhy PrabowoPartai GerindraTwitter
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved