Soal Isu Pencabutan Status Tersangka Rizieq Shihab, Denny Siregar: Kesalahan Besar Jokowi
Denny Siregar menanggapi isu yang soal pencabutan status status tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab oleh Presiden Jokowi
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
Langkah-langkah aparat kepolisian sudah sangat bagus dengan menangkapi gembong Saracen dan MCA. Tinggal nyutik saja sebenarnya. Tapi menjadi antiklimaks ketika membaca bahwa ada kemungkinan status RS dicabut dari tersangka..
Pada situasi "kemenangan" ini, pemerintah harusnya berdiri dengan gagah. Memegang kontrol bahwa negara ada dan hadir jika ada ganggguan mengatas-namakan agama. Ini akan meningkatkan kepercayaan banyak masyarakat luas..
Lha, ini kok malah kayak krupuk basah, melempem dan seperti memberi angin segar kepada ormas yang jelas-jelas menyakiti hati banyak rakyat Indonesia.
• Usai Filler Bibir, Penampilan Terbaru Cynthiara Alona Disebut Mirip Mpok Atiek
Apakah ketika dirangkul, mereka akan pilih Jokowi ? Sangat tidak. Mereka sudah punya pilihan sendiri. Dan itu sudah pasti bukan Jokowi.. Kalau memang sulit dirangkul, lha terus ngapain juga harus dirangkul2 ?
Yang pasti statemen pak Moeldoko itu menjadi preseden berat bagi Jokowi. Rakyat akan melihat bahwa Jokowi lemah dan kedua, rakyat melihat bahwa "oh ternyata proses hukumnya yang ngatur rejim ini yaaa"
Pak Moeldoko seharusnya bisa mengklarifikasi pernyataan itu.
Ganti dengan narasi yang lebih kuat dan gagah bahwa, "Pemerintah tidak akan tunduk pada tekanan apapun dan tidak akan mengintervensi hukum.." Ini baru statement gagah, membakar jiwa untuk terus mengawal pemerintahan lima tahun ke depan. Bukannya membuat kebingungan dan memecah barisan relawan..
Jangan takut, pak Moeldoko. Kelompok "bergamis malu, gak bergamis rindu.." ini cuman tereakannya aja yang besar. Kelompoknya mah kecil.
Jangan sampai merangkul kelompok yang "mati segan, hiduppun sungkan" ini tapi mengorbankan potensi besar kalangan NU yang sejak awal berhadap-hadapan dengan mereka.
Apa tidak terlihat perjuangan Banser dan Ansor dalam menghadang gerakan mereka di kota-kota diluar Jakarta tahun lalu ? Mereka berani menghadapi kelompok "taplak meja warna putih" ini, secara fisik waktu membubarkan acara ceramah yang berpotensi dibelokkan ke arah membangun negara Islam..
Lha, sekarang pentolannya kok mau dibebaskan.. "Cemana pulak ? Sakit hati awak rasanya !"
Semoga apa yang diresahkan dengan keluarnya SP3 RS tidak terjadi...
Tapi jikapun akhirnya pemerintah mengalah kepada mereka, maka saya siap mundur dari membela Jokowi dan tidak menggunakan hak pilih saya dalam pilpres nanti.
Catatan Denny Siregar itu mendapatakan ribuan tanda jempol, ribuan komentar dan ratusan kali dibagikan. (TribunWow.com/Woro Seto)
(TribunWow.com/Woro Seto)
• Sri Mulyani Minta Masyarakat Manfaatkan Pelemahan Rupiah, Mardani Ali Sera: Utang Bisa Tambah Tinggi