Pilpres 2019
Elektabilitas Jokowi 36,2 Persen, Pesaing Mulai Bermunculan, dari Lawan Lama hingga Pendatang Baru
Meski tingkat elektabilitas Joko Widodo mengungguli tokoh-tokoh lain, namun, peluang bersaing menempati jabatan orang nomor satu di Indonesia terbuka.
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Meskipun sampai saat ini belum mempunyai partai politik yang akan mengusung, namun, kata Rico, pesan dari mereka harus diperhatikan Jokowi.
“Ada orang yang sangat sederhana, tidak tahu asal-usul darimana, tiba-tiba berani menantang sekelas beliau (Jokowi,-red) Saya melihat ada semacam keberanian, meski saya tidak tahu latar belakangnya. Ibarat kata, ada orang baru, naik ring tinju, berani menantang Mike Tyson,” kata dia.
Selain itu, berdasarkan survei Median, Jokowi memang memiliki elektabilitas tertinggi, yakni 36,2 persen. Namun, 63,8 persen sisanya dimiliki oleh belasan capres lain.
Dia menilai, kehadiran nama-nama bakal calon presiden di luar Jokowi, seperti Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, ataupun Sam Aliano cukup mewakili gerakan tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden.
"Yang ingin Jokowi diganti 46,37 persen. Walaupun sangat tipis, maksud saya begini, Pak Sam ini versi lain dari hashtag #2019GantiPresiden," jelasnya.
Seperti diketahui, Median mengadakan survei pada 24 Maret hingga 6 April 2018.
Survei melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia.
Margin of error mencapai kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen.
Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Perlu Waspadai Nama-nama Capres yang Beredar, Mulai Gatot Nurmantyo Hingga Sam Aliano