Breaking News:

Korupsi EKTP

Protes di Depan Pengadilan Tipikor, Fredrich Yunadi Sebut KPK Korupsi Anggaran Makanan Narapidana

"Katanya satu hari jatah Rp 40 ribu, itu korupsi. Kita mau masukin makanan gak boleh, seminggu cuma diperbolehkan dua kali."

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Kuasa hukum Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Fredrich Yunadi. 

TRIBUNWOW.COM - Di akhir persidangan, Kamis (12/4/2018) Fredrich Yunadi sempat mengeluhkan soal jatah makan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diantaranya, mantan kuasa hukum Setya Novanto ini protes soal menu sarapan yang dikonsumsinya yakni bubur kacang hijau.

"Bukan hanya soal obat kalau pagi kacang hijau diberi hanya satu sendok. Itu penyiksaan secara tidak langsung,” ujar Fredrich di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Live Streaming Liga Europa CSKA Moskva Vs Arsenal, The Gunners Waspada Comeback Si Kuda Moskow

Fredrich melanjutkan anggaran makanan di rutan KPK sebesar Rp 40 ribu.

Dia menilai angka itu tidak sesuai dengan yang ia dapatkan.

"Katanya satu hari jatah Rp 40 ribu, itu korupsi. Kita mau masukin makanan gak boleh, seminggu cuma diperbolehkan dua kali. Apa itu punya perikemanusiaan?” tegas Fredrich.

“Saya kan punya praduga tak bersalah tapi kami kaya narapidana,” lanjut Fredrich lagi.

Merasa Keselamatannya Tak Terjamin di Rutan KPK, Fredrich Yunadi: Kami Ditumpuk seperti Ikan Asin

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tersiksa Sarapan Kacang Hijau, Fredrich Sebut Jatah Makan KPK Dikorupsi

Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved