Rustam Ibrahim: Wajar Utang Tambah, Bunga dan Cicilan Pokok Warisan Era Soeharto sampai SBY
Diketahui, pernyataan-pernyataan Rustam Ibrahim itu menanggapi omongan Fadli Zon yang mengatakan jika rezim Jokowi merupakan rezim tukang utang.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Tapi menjalankan UU. Tidak setuju ubah UU- nya
• Jokowi Luncurkan Roadmap Revolusi Industri 4.0: Kalau Gak Siap Pekerjaan Kita Digantikan Robot
Postingan Rustam kemudian disebut ngawur oleh seorang netizen.
@ojhie: Di ujung, mereka buat pelaporan yang juga murni ditangani eksekutif.
Yang nantinya akan disampaikan sbg laporan ke DPR.
Jadi pernyataan bapak @RustamIbrahim ttg kekuasaan yg lebih besar di DPR terkait keuangan negara; itu kengawuran.
Menanggapi hal itu, Rustam Ibrahim memberikan jawaban.
@RustamIbrahim: DPR itu dapat menolak RAPBN yang diajukan pemerintah.
Dan jika ditolak Pemerintah harus menggunakan APBN tahun sebelumnya.
Itu yang saya maksudkan dengan kekuasaan yang lebih besar. Faham?
• Balas Puisi Sukmawati, Ketum PB HMI Bikin Puisi Tentang Toleransi, Berikut Video dan Isi Lengkapnya
Diketahui, berikut daftar utang luar negeri Indonesia dari waktu ke waktu, sejak era Soeharto.
1. Soeharto (Rp 551,4 triliun dengan rasio utang 57,7 persen) tahun 1998.
2. BJ Habibie (Rp 938,8 triliun dengan rasio utang 85,5 persen) tahun 1999.
3. Gus Dur (Rp 1.491 triliun dengan rasio utang 77,2 persen) tahun 2001.
4. Megawati (Rp 1.298 triliun dengan rasio utang 56,6 persen) tahun 2004.
5. SBY (Rp 2.608,8 dengan rasio utang 24,7 persen) tahun 2014.
6. Jokowi (Rp 4.777,24 triliun dengan rasio utang 34 persen) tahun 2017. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
• Fadli Zon: Ini Rezim Tukang Utang, Jangan Akrobat dengan Rasio PDB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rustam-ibrahim_20180331_080138.jpg)