Fahri Hamzah: Kalau KPK Itu Dianggap Mengganggu, Berani Gak Jokowi Bikin Perpu Bubarkan Mereka?
Pernyataan Fahri Hamzah yang dianggap tegas dalam mengkritik pemerintah mendapat tepuk tangan dari audiens ILC, sementara Jubir KPK diam mendengarkan.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah kembali angkat bicara terkait persoalan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com dari akun YouTube Indonesia Lawyers Club tvOne yang diunggah pada Selasa (20/3/2018), Fahri Hamzah pun tampak mengkritisi kedua lembaga tersebut.
Menurut Fahri Hamzah, pemerintahan Jokowi memiliki rapor penegakan hukum dan anti korupsi yang buruk.
"Kita gak tau di kepala Pak Jokowi itu korupsi mau diapain?," kata Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah menganggap KPK memuji-muji pemerintahan karena hanya ingin mendpaat perlindungan semata.
Sedangkan keduanya terlihat tak memiliki sinergi.
HEBOH! Dirinya Disebut Cocok Dampingi Jokowi, Mahfud MD: Mending Ibu Sri Mulyani
Menurutnya, terkait korupsi, presiden seolah-olah lepas tangan terhadap korupsi.
Padahal, biaya memilihan presiden sangat besar, capai Rp 20 triliun, sehingga seharusnya bisa bertanggung jawab kepada rakyat.
Fahri kemudian menyinggung pernyataan yang kerap dilontarkan oleh pemerintahan, seperti 'mengimbau'.
Fahri Hamzah menyatakan jika imbauan adalah tugas Majelis Ulama Indonesia, bukan pemerintahan.
Sementara itu, pemerintahan itu harus tegas karena punya power.
Fahri Hamzah juga menyoroti soal pilkada.
Top 5 news: Debat Jubir KPK dengan Politisi PDIP hingga Pengantin Wanita Hadir Tanpa Suami di Pernikahan
Terkait hal ini, pernyataan Wiranto yang memberikan imbauan kepada KPK untuk menunda pengumuman tersangka calon kepala daerah.