KPU Melarang Parpol Pasang Gambar Tokoh Nasional, Apa Tanggapan dari Partainya Tommy Soeharto?

‎"Kalau ada kreativitas anggota atau pengurus pasang tokoh yang ada hubungannya dengan partai kita kenapa di permasalahkan."

KPU Melarang Parpol Pasang Gambar Tokoh Nasional, Apa Tanggapan dari Partainya Tommy Soeharto?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto (kiri) didampingi Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang (kanan) menunjukkan nomor urut usai pengundian nomor urut partai politik peserta pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (18/2/2018). KPU resmi menetapkan nomor urut 14 partai politik nasional dan 4 partai lokal DI Aceh untuk pemilihan umum tahun 2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menilai berlebihan apabila Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang pemasangan gambar tokoh nasional yang bukan pengurus partai dalam alat peraga kampanye.

‎"Kalau ada kreativitas anggota atau pengurus pasang tokoh yang ada hubungannya dengan partai kita kenapa di permasalahkan," kata Andi, Rabu, (28/2/2018).

Menurutnya pengurus pusat partai tidak bisa melarang apabila ‎ada kader yang berinisiatif memasang gambar tokoh nasional, misalnya gambar presiden ke dua Soeharto.

"Misalnya, ada gambar pak Soeharto tapi dipasang depan pagar kantor-kantor kami atau depan rumah kader kami, apa.itu juga dilarang? Kelewatan amat kalau itu juga dilarang," katanya.

Populer: 8 Tokoh Nasional yang Dilarang dan Diperbolehkan KPU sebagai Alat Kampanye, Siapa Saja Mereka?

‎Bagi partainya, menurut Andi aturan KPU tersebut masih bisa manipulasi.

Misalnya dengan manampilkan gambar Soeharto namun tanpa mencantumkan lo‎go partai berkarya.

"Misalnya tulisan 'Piye Kabare? Enak zamanky to' dengan gambar Pak Harto tanpa logo partai, pasti lolos, dan orang tau ini partai berkarya. Ini bukan pelanggaran. Belum lagi di medsos, pelanggaran dan cara mengakalinya banyak. Pintar-pintar kita saja," pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melarang partai politik memasang gambar tokoh yang bukan pengurus aktifnya dalam kampanye termasuk dalam alat peraganya.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan mencontohkan bahwa parpol tak boleh memasang gambar tokoh nasional seperti mantan Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Jenderal Besar Soedirman, pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari dan lain-lain.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved