Terbongkar 6 Fakta Korupsi EKTP yang Belum Pernah Diketahui Sebelumnya
Jaksa KPK kembali memutar rekaman percakapan dalam persidangan untuk terdakwa Setya Novanto di Pengadilan, Kamis (22/2/2018).
Editor: Fachri Sakti Nugroho
"Mereka meminta Rajesh untuk benar-benar mengirimkannya dari Mauritius".
"Karena saya mendapat arahan yang mengatakan kirim uang ke sini, kirim uang ke sana. Jadi saya menyampaikannya ke Rajesh".
"Sebagian akan ke money changer, namanya saya tidak ingat. Karena itulah saya sampaikan kepada KPK, 'Anda ingin melacak dana?".
"Itu yang saya katakan. Ya bisa jadi Novanto".
5. Setya Novanto Singgung Demokrat dan Khawatir Diperiksa KPK
Saat sarapan pagi bersama Marliem dan Andi, tiba-tiba Novanto membicarakan mengenai pemeriksaan oleh KPK.
Selain itu, Novanto juga menyebut Demokrat.
Berikut kata-kata Novanto yang ditampilkan dalam bentuk transkrip oleh jaksa KPK:
"Ngomong sama Demokrat, diperiksa lu nanti (tertawa)".
"Itu Pak Novanto yang mengatakan. Tapi mengenai konteksnya Beliau yang bisa jelaskan," kata Andi yang dihadirkan sebagai saksi.
Dalam percakapan selanjutnya, Novanto juga kembali menyinggung Demokrat.
"Tebebek-bebek, tinggal itu kita ngomong ama Demokrat, kita justru tidak jadi periksa (tertawa)".
Andi sempat dikonfirmasi oleh jaksa mengenai siapa yang dimaksud Demokrat.
Namun, Andi menyatakan tidak mengetahui siapa yang dimaksud oleh mantan Ketua DPR itu.
6. Novanto Sebut Biaya jika Berurusan dengan KPK Rp 20 Miliar