Breaking News:

Bule Asal Perancis Mengabdikan Diri untuk Membantu Masyarakat Sumba: Jangan Bawa Mayat Saya Pulang

Andre Graff (kini 56 tahun) datang ke Pulau Sumba sebagai turis, sekitar delapan tahun lalu.

Editor: Claudia Noventa
Intisari
Bule Penggali Sumur di Tanah Sumba, Andre Graff 

Di sisi lain perasaan ibanya muncul karena alam yang tidak mendukung menyebabkan rakyat menderita.

Ia terpanggil untuk berbuat sesuatu.

Andre Graff terkesan akan keramahan masyarakat Sumba.

Mereka tak pernah kehilangan senyum walau hidup menderita di tanah gersang.

Ia membandingkan mereka dengan masyarakat di perkotaan atau di negara-negara semaju Eropa.

Masyarakatnya sibuk, sebagian besar tak punya waktu, bahkan tak punya senyum.

"Di Sumba saya menemukan orang-orang yang punya banyak waktu dan punya senyum. Saya hidup bersama mereka, menurut cara mereka, benar-benar menggantungkan nasib pada alam," kata pria lajang 56 tahun ini.

Ia lantas terpanggil untuk mengabdi.

Sadar bahwa hal paling mendasar dari penderitaan hidup masyarakat Sumba adalah kurangnya air, ia pun mulai berikhtiar mencari sumber air.

Begitu ketemu, ia meminta bantuan orang-orang ramah untuk menggali dengan peralatan seadanya.

Tidak langsung berhasil, memang.

Benar-benar trial and error.

Tapi begitu sumber air ketemu dan air memancar, kebahagiaan bagai tak terperi.

Maka Andre pun melanjutkan kiprahnya dengan menggali dan terus menggali sumur di seantero Pulau Sumba.

Sumur dalam bentuk yang sederhana memerlukan biaya sekitar Rp10 juta.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Tags:
Andre GraffPerancisSumbaLifestyleNusa Tenggara Timur (NTT)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved