Breaking News:

Seorang Perawat Suntikkan Obat Penenang dan Cabuli Puluhan Pasien Wanita di Rumah Sakit

Pengadilan di Colorado memvonis seorang pria yang menyalahgunakan profesinya sebagai perawat untuk melakukan tindak kejahatan seksual.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban perkosaan. 

Namun ia tidak melanjutkan tuntutan setelah tahu ada beberapa pasien wanita yang melakukan tuntutan hukum kepada Thomas Moore.

11 Maret 2014, Thomas Moore menyerahkan izin keperawatannya di Alaska karena kasus yang tengah menimpanya.

28 Maret 2014, seorang pasien wanita yang berobat ke Pusat Darurat dan Bedah Greeley melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Thomas Moore dengan modus yang sama.

19 Juni 2014, pasien wanita yang berobat ke Pusat Darurat dan Bedah Greeley mengatakan bahwa ia tertidur setelah Moore memberi morfin dan Tramadol.

Ia kemudian melihat Thomas Moore berbaring di sampingnya dan mengira dia sedang bermimpi.

Namun setelah ada seseorang yang mengetuk pintu kamar, Moore berhenti dari tindakannya.

28 Desember 2014, pasien wanita yang berobat ke Pusat Darurat dan Bedah Greeley kembali melaporkan kejahatan seksual yang dilakukan oleh Thomas Moore.

Januari 2015, seorang wanita yang dilarikan ke Regional West Medical Center karena mabuk dan percobaan bunuh diri juga mengaku menjadi korban pelecehan seksual Thomas Moore.

Setelah pasien tersebut dipindahkan ke rumah sakit lain, Moore mengiriminya permintaan pertemanan di Facebook dan pesan genit.

Pasien wanita tersebut melaporkan Thomas Moore kepada polisi pada Januari 2016.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved