Breaking News:

Seorang Perawat Suntikkan Obat Penenang dan Cabuli Puluhan Pasien Wanita di Rumah Sakit

Pengadilan di Colorado memvonis seorang pria yang menyalahgunakan profesinya sebagai perawat untuk melakukan tindak kejahatan seksual.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban perkosaan. 

TRIBUNWOW.COM - Pengadilan di Colorado memvonis seorang pria bernama Thomas Moore (45) karena menyalahgunakan profesinya untuk melakukan tindak kejahatan seksual.

Pria yang berprofesi sebagai perawat itu telah menyuntikan obat penenang kepada pasiennya dengan dosis yang tidak tepat.

Selain itu, ia juga melakukan tindak kejahatan berupa pelecehan seksual kepada pasien yang telah disuntik obat penenang tersebut.

Tercatat ada 10 pasien yang telah menjadi korban Thomas Moore.

Populer: Seorang Guru Wanita Bersuami Penegak Hukum Dituding Melakukan Pelecehan Seksual terhadap Muridnya

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Thomas dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun oleh pengadilan.

Selain itu, lisensi perawat yang dimiliki oleh Thomas juga dicabut.

Thomas Moore melakukan tindak kejahatannya di lebih dari satu rumah sakit sejak tahun 2013.

Berikut ini catatan kejahatan yang dilakukan oleh Thomas Moore kepada pasiennya sebagaimana dilansir dari DailyMail.

Populer: Ayah & Ibu Tega Perkosa Anaknya Sendiri, Lebih baik Menjadi Korban Kami daripada Penjahat Seksual

Pada tanggal 23 Juni 2013, seorang pasien wanita melaporkan Thomas atas tuduhan melakukan tindakan yang salah pada pengobatan yang dilakukan di Regional West Medical Center di Scottsbluff.

Setelah itu, Thomas Moore pindah kerja di Rumah Sakit Lembah Poudre.

Di rumah sakit tersebut, Thomas menyuntikan obat penenang dan melakukan pelecehan seksual kepada pasien wanita, pada tanggal 24 Desember.

Pasien tersebut kemudian melapor pada kepolisian Fort Collins pada 13 Agustus 2015.

Di rumah sakit yang sama, Thomas Moore kembali melakukan aksi bejatnya kepada seorang pasien perempuan pada bulan Januari 2014.

Pasien wanita tersebut kemudian melaporkan tindakan Thomas Moore kepada kepolisian pada bulan Januari 2016 setelah tahu bahwa pelaku juga dilaporkan oleh pasien lainnya atas kasus yang sama.

Pada tanggal 2 Maret 2014, seorang pasien wanita mengaku pernah mendapat pelecehan seksual dengan modus yang sama ketika dirawat di West Medical Center.

Pengakuan wanita tersebut ditindak lanjuti oleh pihak berwajib pada bulan Januari 2016.

Pada 6 Maret 2014, pasien wanita di Pusat Darurat dan Bedah Greeley mengatakan, Thomas Moore melakukan pelecehan seksual setelah memberinya obat penenang.

Beberapa bulan kemudian, ia melaporkan tuduhan tersebut kepada polisi.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved