Breaking News:

Fakta Terbaru Ibu Bunuh Bayi di Tangerang Ditemukan Saat Rekonstruksi, Polisi tak Menyangka . . .

Polisi akhirnya menggelar rekonstruksi terkait kasus pembunuhan bayi yang baru lahir oleh ibunya sendiri di Tangerang, Banten.

Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Capture
Tersangka saat menjalani rekonstruksi 

Terkahir, ternyata plastik itu bukan nyari tapi sudah dipersiapkan. Jadi unsur kesengajaan menghilangkan darah daging nya sendiri yang dilahirkan secara paksa, yang menurut keterangan dokter baru berumur 7 bulan benar-benar dilakukan secara sadar," ungkap Kasat Reskim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho.

Diberitakan sebelumnya, Yuni mengaku telah melakukan aborsi pada hari Jumat (12/1/2018) pada pukul 12.00 di dapur sebuah restoran bebek di Jalan Senayan Utama, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Yuni mengatakan bahwa saat itu ia mengalami sakit perut seperti melilit.

Yuni Kemudian mengurut perutnya di dapur menggunakan tangan dan minyak kayu putih.

Hal tersebut Yuni lakukan agar bayi yang ada di perutnya bisa keluar atau digugurkan.

Baca: Mahfud MD: Pansus Angket KPK Itu Mubazir Seperti Rumah Pasir yang Mudah Buyar Ditiup Angin

Setelah bayi tersebut lahir, Yuni mengambil pisau sayur di dapur untuk memotong tali pusar sang bayi.

"Kemudian tersangka mengambil pisau yang biasa digunakan untuk memotong sayuran yang berada di dekatnya. Dengan maksud untuk memotong tali pusar si bayi tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Bayi laki-laki yang lahir pada pukul 14.00 tersebut kondisinya tidak menangis.

Akan tetapi hanya tangan dan kakinya yang bergerak-gerak.

Mengetahui hal tersebut, Yuni kemudian memotong leher sang bayi agar ia meninggal.

Baca: Bertemu Menteri Susi, Sandiaga Uno Ingatkan Lomba Renang di Danau Sunter, Netter: Sepertinya . . .

"Tapi setelah itu tersangka memotong leher bayi menggunakan pisau tersebut. Namun tidak sampai putus," ungkap Kombes Pol Argo Yuwono.

Setelah bayinya meninggal, Yuni kemudian mengambil kantong kresek berwarna hitam yang ada di dapur.

Setelah itu ia memasukkan bayi tersebut ke dalam kresek dan membuangnya ke tempat sampah dapur.

Halaman
123
Tags:
BantenTangerangPembunuhan sadisBayi DibuangBayiPolisi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved