Pilkada Serentak 2018
Bukti Rekaman Beda Omongan dan Isi Surat La Nyalla soal Mahar Politik yang Menuding Prabowo
La Nyalla membuat publik heboh, dengan pernyataannya mengenai uang yang diminta oleh Prabowo senilai 40 miliar untuk maju di Pilkada Jatim.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - La Nyalla Mahmud Mattalitti membuat publik heboh, dengan pernyataannya mengenai uang yang diminta oleh Prabowo senilai Rp 40 miliar untuk maju di Pilkada Jatim 2018.
Pernyataan tersebut ia sampaikan secara terbuka ketika diwawancara oleh awak media.
Dalam pernyataannya tersebut, ia mengaku diminta uang oleh Prabowo, dan bahkan dimaki-maki olehnya.
Akan tetapi, berbeda dengan itu semua, La Nyalla memberikan pernyataan yang berbeda melalui suratnya.
Surat yang ia titipkan dan dibacakan oleh koleganya, Djamal Aziz dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne Selasa (16/1/2018) justru berisi bantahan atas pernyataannya sendiri.
Dalam isi suratnya, La Nyalla dengan tegas membantah bahwa ia dipalak oleh Prabowo Subianto.
Ia mengatakan hanya dimintai uang saksi, bukan dipalak.
Atas hal tersebut, ia bahkan mengatakan akan menuntut Prabowo ke jalur hukum.
Top 5 News! Mahfud MD Ungkap Fakta Mengejutkan Mahar Politik hingga Aset Idrus Marham dan Moeldoko Bikin Melongo
"Saya sempat dipanggil di ruang kerjanya, Pak Prabowo kemudian menanyakan saya siap uang gak, saya bilang nanti saja setelah rekom, saya bilang saya ada pengusaha-pengusaha muslim. Dan saya juga sudah keluar uang 5,9 miliar. Pak Prabowo kaget, dan maki-maki saya. Nah, Pak Prabowo ini siapa kok saya dimaki-maki. Ngomongnya soal duit-duit, Saya dalam hati, nih orang kok sakit apa? Kok ngomongin duit Pilpres 2014, emangnya saya ikut campur sama duit Pilpres 2014," katanya.
Dalam pernyataannya tersebut, La Nyalla mengaku uang 40 miliar sangatlah tidak wajar, lantaran seharusnya uang saksi hanyalah 28 miliar.
Ia pun merasa diperas akan hal tersebut.
Dalam suratnya La Nyalla mengaku telah terlebih dahulu dimintai uang sebesar 5,9 miliar oleh oknum Gerindra.
Tak hanya itu, ia juga telah mengeluarkan uang 1,1 miliar untuk beberapa kali pengeluaran.
Sehingga total uang yang sudah ia siapkan adalah 7 miliar rupiah sebelum rekom diberikan.
Isi surat La Nyalla juga menyatakan bahwa ia di telepon oleh Ketua DPD Gerindra Jatim.
Baca: Sederet Fasilitas Google di Kantor Zurich untuk Stafnya Ini Bisa Bikin Iri
Dalam telepon tersebut, La Nyalla mengaku diminta menyiapkan uang 170 atau 150 miliar.
Sementara itu, dalam pernyataannya, ia mengaku diminta menyiapkan uang 200 miliar oleh Prabowo.
"Prabowo sempat ngomong, 'siapkan kamu sanggup 200 miliar?' 500 saya siapkan, kata saya karena di belakang saya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim,' ucap La Nyalla.
Di bawah ini pernytaan La Nyalla kepada awak media setelah jumpa pers.
Baca: Fahri Hamzah: Gak Usah Jago yang Penting Serius Saya Kasih Tahu Tempat Sembunyi Mafia Beras
Selain perbedaan tersebut, ada beberapa poin yang sama dalam isi surat La Nyalla serta pernyataannya.
Baca: Begini Tanggapan Manajemen Matahari Departement Store Usai Digugat Pasaraya
Seperti mengatakan bahwa sama-sama diminta menyiapkan uang saksi sebelum tanggal 20 Desember.
Diketahui, uang saksi yang diminta ini merupakan uang 40 miliar itu.
Kemudian, isi surat dan pernyataan La Nyalla juga sama-sama menegaskan bahwa ia menolak untuk menyerahkan uang tersebut.
Pada suratnya, ia menyatakan setelah itu ia diberi surat oleh Prabowo, yang isinya ia harus mencari sendiri partai koalisi dalam waktu 10 hari.
Di bawah ini pernyataan lain La Nyalla kepada awak media.
Sementara dalam suratnya ia mengaku tak lagi melanjutkan kerjasama dengan Gerindra.
"Belum apa-apa sudah minta duit, ya kabur kita, " katanya.
Baca berita ini: Baru Dilahirkan, Leher Bayi di Tangerang Ini Diduga Dipotong Ibunya Sendiri, Begini Faktanya
Di bawah ini pernyataan La Nyalla melalui surat yang ia titipkan kepada koleganya di ILC.
Pada akhir pernyataannya, La Nyalla mengungkapkan bahwa ia tidak akan mendukung lagi partai Gerindra.
Sementara di suratnya ia mengaku tidak akan terlibat dalam dukung mendukung pasangan di Pilgub Jatim.
La Nyalla memilih untuk berpuasa politik dan melakukan konsilidasi dengan pendukung dan relawannya untuk menyongsong Pilleg dan Pilpres 2019.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembukaan posko pengaduan calon gagal rekom merupakan inisiatif aktivis pendukungnya, bukan dirinya secara pribadi. (*)
Baca juga: New California Menyatakan Kemerdekaan dari California, USA Akan Miliki 51 Negara Bagian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/la-nyalla-mahmud-mattalitti_20180111_193338.jpg)