Breaking News:

Mengaku Punya Ajian Semar Mesem, Guru Honorer di Tangerang Sodomi 25 Anak

WS alias Babeh pasrah digelandang polisi lantaran diketahui melakukan sodomi terhadap 25 anak di Tangerang.

Editor: Galih Pangestu Jati
Dokumentasi Polresta Tangerang
Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif saat memeriksa Babeh, pelaku sodomi 25 anak di Tangerang. 

TRIBUNWOW.COM - WS alias Babeh  pasrah digelandang polisi lantaran diketahui melakukan sodomi terhadap 25 anak di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Menurut penuturan Babeh kepada polisi, dirinya mengaku memiliki ilmu yang membuat korbannya tertarik dan datang ke rumahnya.

"Tersangka bercerita kepada saya kalau Kedatangan anak-anak karena menganggap tersangka memiliki ajian semar mesem dan bisa mengobati orang sakit," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif, Kamis (4/1/2018).

Atas dasar itu, anak-anak kemudian mulai berdatangan ke rumahnya untuk meminta diberikan ajian tersebut.

Babeh pun bersedia memberikan hal tersebut, tetapi dengan syarat tertentu.

Dia meminta anak-anak yang datang ke gubugnya untuk memberikan mahar atau kompensasi uang.

"Namun, untuk mahar uang, anak-anak mengaku tidak memilikinya. Tersangka kemudian mengatakan, mahar uang bisa diganti asalkan anak-anak bersedia disodomi. Berdasarkan pengakuan tersangka, anak-anak bersedia disodomi olehnya," jelas Sabilul.

Kesediaan anak-anak tersebut disodomi tak terlepas dari iming-iming ketakutan yang ditanamkan Babeh kepada mereka.

Anak-anak tersebut diancam bakal mendapatkan kesialan selama 60 hari jika tak mau disodomi.

Babeh yang sehari-hari bekerja sebagai guru honorer SD di Rajeg, Tangerang ini juga mengaku semua perbuatan bejatnya dilakukan di gubug miliknya.

"Tersangka menceritakan, peristiwa itu berawal di Kampung Sakem, Desa Tamiang pada bulan April 2017. Saat itu, istri tersangka sudah 3 bulan menjadi TKW di Malaysia. Menurut tersangka, anak-anak sering mendatangi dirinya di gubug yang didirikan tersangka," ungkap Sabilul.

Gubug itu pun pernah dibakar warga lantaran ada tetangga yang tidak menyukai kedatangan banyak anak ke tempat Babeh.

"Tersangka kemudian pindah tempat dan kembali mendirikan gubug Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg sekitar bulan Oktober 2017. Namun, menurut tersangka, meski sudah pindah tempat, anak-anak tetap mendatanginya. Di gubug yang baru itu, tersangka kembali melakukan aksinya dengan modus serupa," imbuh Sabilul.

Adapun penangkapan Babeh dilakukan setelah dia kembali melakukan sodomi terhadap tiga anak pada 2 Desember 2017.

Dari situ, salah satu korban melaporkan peristiwa tersebut kepada orangtuanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
TangerangPencabulanKompas.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved