Setelah Semalam Terinjak-injak, Begini Nasib Rumput Monas Kini
Pasalnya pengunjung yang datang silih berganti, ketika sudah memberitahu pengunjung yang duduk di taman, pengunjung lain berdatangan dan duduk disitu
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Banyaknya pengeras suara atau speaker yang rusak menyebabkan banyak pengunjung yang hari ini duduk dan beristirahat di taman-taman Monas.
Hal terssebut disampaikan oleh petugas pengaman dalam (pamdal) Monumen Nasional (Monas).
"Ini speaker yang hidup hanya 1 saja di sisi selatan. Kalau 3 lagi rusak, di sisi barat, utara dan timur," ujar Donny seorang Pamdal Monas dikutip dari Tribunnews, Senin (1/1).
Maka dari itu, petugas mengatakan kewalahan untuk memberitahu pengunjung berkali-kali.
Pasalnya pengunjung yang datang silih berganti, ketika sudah memberitahu pengunjung yang duduk di taman, pengunjung lain berdatangan untuk duduk di tempat yang sama.
"Datang-datang lagi pengunjung yang baru. Jadi kami capek juga ngasih tahunya. 20.000 pengunjung hanya dikawal 30 orang saja. Kalau ada speaker lumayan membantu," ujarnya.
BACA Mapolsek Bontoala Dilempari Molotov Usai Malam Tahun Baru, Polisi Periksa CCTV untuk Cari Pelaku
Menurutnya alasan lain banyaknya pengunjung yang melanggar peraturan adalah lantaran sedikitnya lokasi yang bisa dijadikan tempat duduk pengunjung.
"Area duduk itu sebenarnya ada di sisi selatan, di dekat IRTI dan Lenggang Jakarta. Tapi ya gak cukup juga sih buat menampung segini banyak pengunjung," ungkap Donny.
Tanggapan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Terkait Rumput di Monas
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak mempersalahkan rumput di kawasan Monas yang rusak.
Hal ini ia utarakan setelah kenyataan banyak rumput di Monas yang rusak akibat terinjak-injak oleh warga uang merayakan malam pergantian tahun baru di kawasan tersebut.
Menurutnya, rumput yang rusak bisa diperbaiki kembali.
"Kita tanamin lagi, cepet (tumbuh) kok kalau rumput. Kita tempatkan jangan sebagai garden (kebun), tapi sebagai park (taman). Kalau garden itu enggak boleh kena (injak), kalau park itu tempat bermain, tempat orang berkegiatan, itu namanya park," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/1/2018).
Anies mengatakan lantaran ia menginginkan kawasan hijau tersebut bisa dimanfaatkan warga untuk berkegiatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pengunjung-monas_20180101_175259.jpg)