Gempa Bumi
Terjadi Gempa Susulan Sebesar 5,7 SR di 4 Daerah Ini
Telah terjadi gempa susulan di empat daerah di Indonesia sekitar pukul 7.22 WIB pada Sabtu (16/12/2017), dengan kekuatan 5,7 SR.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
"Titik gempa ada dua, di Sukabumi dan Tasikmalaya. Tim Rescue dan potensi SAR telah dipersiapkan di Tasikmalaya, Pangandaran dan Garut," kata Koordinator Humas SAR Bandung Joshua Banjarnahor (15/12/2017).
Akibat gempa tersebut, informasi yang diberikan Basarnas, terdapat rumah yang roboh di wilayah Karang Nunggal, KabupatenTasikmalaya yang jaraknya dekat Cipatujah.
Sementara itu di Ciamis, gempa 6,9 SR yang terjadi pukul 23.47 Jumat (15/12/2017) tengah malam telah menelan korban jiwa.
Dilaporkan seorang warga meninggal akibat terkena runtuhan bangunan, sementara dua orang lainnya menderita luka cukup parah.
Korban meninggal bersama Hj Dede Lutfi (60), ibu rumah tangga warga Dusun Desa Rt 04 RW 02 Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya.
Baca: Kerap Diminta Ikuti Ajang Miss Universe Wakili Indonesia, Begini Jawaban Cinta Laura
Korban yang sedang tertidur lelap bersama dua anaknya tiba-tiba tertimba puing dinding yang rubuh akibat goncangan gempa sehingga mengalami luka dan pendarahan.
Hingga pukul 01.00 Sabtu (16/12/2017) dinihari ratusan warga Cijulang Pangandaran masih bertahan di sekitar alun-alun Cijulang, mereka belum berani masuk rumah menyusul guncangan gempa 6,9 SR yang terjadi pukul 23.47, sejam sebelumnya.
“Warga belum berani masuk rumah, bahkan penduduk pantai Batukaraas ikut bergabung di alun-alun ini, mereka memilih mengungsi. Suasana cukup mencekam karena listrik mati. Wisatawan sudah sejak tadi banyak yang meninggalkan kawasan Batukaraas,” ujar H Opang, penduduk Ciwaru Cijulang Pangandaran kepada Tribun.
Top 5 News! Pesulap Asal Indonesia Juara Asias Got Talent hingga Surat SPG yang Dimutilasi Suaminya di Karawang
Menurut H Opang, gempa 6,9 SR yang terjadi tengah malam tersebut, telah membuat warga berhamburan keluar rumah.
Panik, genteng dan pot berjatuhan.
Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa 6,9 SR, Jumat (15/12/2017), dinyatakan telah berakhir, meski demikian warga diminta untuk tetap waspada.
Hal itu sesuai informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Jawa Barat, S Riyadi, Sabtu (16/12/2017).
Baca juga: Sederet Foto dan Video Dampak Gempa Bumi di Berbagai Daerah
"Peringatan dini Tsunami dinyatakan berakhir, masyarakat bisa kembali ke tempat masing-masing dan tetap waspada," kata S Riyadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rumah-roboh-di-ciamis_20171216_075849.jpg)