Menyayat Hati, Keluarga di Solo Ini Pilih Tinggal di Hutan daripada Perkampungan, Begini Kondisinya
Sebuah keluarga kecil memilih tinggal di rumah pohon di tengah hutan. Simak kisah kehidupan mereka!
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Suaminya merasa tersinggung karena adik Marmi pernah menyindir Budianto lantaran tak mau menyekolahkan kedua anaknya dengan alasan ekonomi.
Marmi pun berulang kali meminta sang suami untuk mau kembali ke rumah, namun upayanya selalu gagal karena Budianto ingin tinggal di rumah pohon.
Ditambahkannya, rumah pohon itu dibuatkan oleh Lurah Desa Plesungan lantaran merasa kasihan melihat Budianto dan kedua anaknya tidur seadanya di hutan jati.
Mahasiswi di Solo Jualan Cilok Demi Bayar Kuliah, Saat Ketemu Teman Pede Saja
Sementara itu, Budianto, menerangkan, tingggal di rumah pohon adalah keputusan terbaik menjauh dari perkampungan.
Dirinya juga tak takut akan gangguan hewan serangga seperti nyamuk, kipan, hingga kalajengking.
"Ya paling yang kecil-kecil itu, saya singkirkan saja bisa," katanya.
Bicara rencana ke depan, Budianto mengungkapkan, telah mendapat berkah dari Polres Karanganyar.
Keluarga kecil itu bakal dipindahkan dengan fasilitas rumah dari Polres Karanganyar.
"Dua hari lalu Pak Kapolres Karanganyar ke sini, berjanji membuatkan rumah di Karanganyar, dekat perkampungan, tapi saya tak tahu di mana," papar dia.
Selain itu, kedua anaknya juga akan disekolahkan lantaran putus sekolah.
Budianto mengaku senang dan mau menerima jika akan dipindah dan kedua anaknya disekolahkan.
Situs di Gunungkidul ini Berpotensi Membuka Puzzle Blank Periode yang Belum Terpecahkan
Adapun dikatakannya, sehari-hari ia beraktivitas sebagai pemulung kadang juga ditemani sang isteri.
Sementara, kedua anaknya hanya menghabiskan waktu bermain di sekitar rumah di antara pohon-pohon jati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rumah-pohon-budianto-di-solo_20171215_162017.jpg)