Sang "Master of Strategy" Ungkap Presiden Trump Belum Terlambat Batalkan Keputusan Yerusalem
Sejumlah tokoh Palestina dan para pemimpin Arab terkejut oleh pengumuman akan keputusan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah tokoh Palestina dan para pemimpin Arab terkejut oleh pengumuman akan keputusan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu silam.
Hal ini menandakan bahwa keputusan tersebut bukanlah bagian dari strategi Timur Tengah yang lebih luas.
Ada spekulasi bahwa Trump mencoba untuk mengguncang segalanya sebagai taktik untuk mempersiapkan dasar baru bagi perundingan damai.
Dilansir dari Tribunnews, terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa dia sekadar berfokus pada janji kampanye kepada orang Yahudi Amerika pro Israel dan Kristen evangelis yang merupakan pendukung kuatnya.
Menurut beberapa laporan, Trump merasa frustrasi karena terus mendapat tentangan dari tim keamanan nasionalnya, yang berkumpul Senin lalu untuk membahas opsi untuk menunda pemindahan kedutaan.
Pejabat AS mengatakan bahwa dia hanya setuju untuk menandatangani mekanisme pengabaian jika dilengkapi engan tekad untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan meluncurkan sebuah proses untuk memindahkan kedutaan.
VIRAL! Tak Ingin Memecah Belah, Sandiaga Uno Ungkap Alasan Tidak Unggah Video Rapim DKI ke Youtube
"Sementara presiden-presiden sebelumnya telah menjadikan hal ini sebagai janji kampanye yang utama," kata Trump dengan penuh kemenangan dalam pidatonya, "Mereka gagal mewujudkannya. Hari ini, saya mewujudkannya."
Menurut Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui cuitan di Twitter menyampaikan pendapatnya soal pengakuan itu, Sabtu (9/12/2017).
"Belumlah terlambat bagi Presiden Trump untuk membatalkan keputusan dan kebijakannya yang 'menetapkan' Yerusalem sebagai ibu kota Israel," tulis SBY melalui akun @SBYudhoyono.
"Saya yakin rakyat Amerika tidak ingin disalahkan sejarah akibat tindakan pemimpinnya," katanya.
POPULER Mengulik Aktivitas Marsekal Hadi Sebelum Dilantik, dari Minta Restu hingga Gendong Cucu
Menurut SBY, pernyataan Trump tersebut dapat membuat perdamaian dan keamanan dunia "terancam dan memburuk".
Selain itu, SBY juga menilai pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu sebagai tindakan yang "ilegal".
Melalui pernyataannya, Trump mengatakan bahwa dirinya hanya menepati apa yang sudah dijanjikannya semasa kampanye pencalonan presiden pada 2016.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sby_20171209_142529.jpg)