Beredar Kabar Setya Novanto Beri Ancaman ke Golkar Jika Dipecat dari Ketua umum, Begini Faktanya!
"Iya mungkin dia optimis akan menang di praperadilan besok. Jadi, dia masih ingin menjabat sebagai ketua umum," jelas seorang kader Golkar.
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
TRIBUNWOW.COM - Tersangka kasus e-KTP, Setya Novanto yang juga ketua umum partai Golkar, dikabarkan sempat mengancam partai berlambang pohon beringin tersebut, apabila ia diberhentikan dari jabatannya.
Seorang pengurus DPP Golkar yang enggan disebut namanya, membenarkan hal tersebut.
"Iya, itu hanya salah satu cara saja. Ada beberapa cara lain. Saya belum saatnya bicara. Ada waktunya nanti," kata dia di kantor DPP Golkar.
Ia mengaku, Novanto masih tetap menginginkan posisi sebagai ketua umum Golkar meski sudah menjadi tahanan KPK.
Novanto beralasan masih ada langkah hukum yang memungkinkan dirinya bebas dari tahanan.
"Iya mungkin dia optimis akan menang di praperadilan besok. Jadi, dia masih ingin menjabat sebagai ketua umum," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPP Golkar, Zainudin Amali membantah informasi tersebut.
Disebut Dekati Hary Tanoe dan Terima Rp 3 Miliar Per Bulan, Karenina Sunny: Jangan Sebar Gosip
Jelas dia, tidak ada aksi ancam mengancam dari Novanto kepada Golkar.

"Tidak, tidak ada itu. Informasi itu tidak benar," tegas dia.
Dia menjelaskan pesan Novanto kepada Golkar, yakni agar partai tetap berjalan secara baik dan mengikuti proses hukum yang berlaku.
Serta tidak perlu membuat kegaduhan.
"Pesannya, agar Golkar bisa berjalan sebagaimana mestinya. Jangan gaduh. Ya yang begitu. Tidak ada ancaman," tukasnya.
Gebrak Meja
Setidaknya terdengar hingga delapan kali suara gebrakan meja saat rapat pleno partai Golkar berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (21/11/2017).