Pelaku Pemberi Miras ke Satwa Masih Dibully, Sujiwo Tejo Sindir Pembully Pakai Perumpamaan Nyelekit!
Baru-baru ini pemberitaan memang sedang dihebohkan dengan adanya video pengunjung Taman Safari Indonesia iseng memberikan miras kepada satwa.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini pemberitaan memang sedang dihebohkan dengan adanya video pengunjung Taman Safari Indonesia, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, yang iseng memberikan miras kepada satwa pada 14 November 2017 silam.
Tentu saja tindakan tidak bertanggung jawab tersebut menimbulkan amarah dari publik.
Banyak orang yang tidak terima dengan perbuatan para pelaku tersebut yang dinilai telah menyakiti para satwa yang ada.
Ditonton Ratusan Orang, Kahiyang Ayu Sah Jadi Keluarga Batak Bermarga Siregar
Namun, melansir dari Kompas.com, kedua pelaku yang berinisial PB (27) dan AA (25) tersebut sudah mengaku dan menyesali perbuatannya.
Di hadapan petugas kepolisian PB mengaku menyesal karena tindakannya membuat publik menghujatnya habis-habisan.
Bahkan kasus ini telah menjadi perhatian dunia internasional dan berlanjut ke ranah hukum diawali dengan pemeriksaan PB di Mapolres Bogor.
"Kami minta maaf, kami menyesal. Kedatangan kami ke sini untuk klarifikasi," kata PB, di Mapolres Bogor, Senin (20/11/2017).
Wajahnya Cantik, Kulitnya Mulus Tanpa Jerawat, Ternyata Ini Resep Rahasia Aura Kasih
Sejak videonya tersebut viral, PB mengaku dirinya terus mendapatkan cemoohan dari masyarakat luas.
Hal senada juga diungkapkan oleh AA, ia juga mengaku menyesal atas tindakannya tersebut karena sudah merekam dan mengunggah videonya di Instagram.
Ia juga turut menjelaskan bahwa minuman tersebut pada awalnya akan dibawa ke rumah.
Namun, saat di Taman Safari, mereka spontan minuman itu langsung dibuka.
Pernah Miliki Karier Cemerlang, 5 Seleb Ini Meninggal dalam Kondisi Miskin
"Sebenarnya itu faktor ketidaksengajaan, tidak ada diniatin. Kami minta maaf sebesar-besarnya, kami sangat menyesal melakukan hal konyol yang benar-benar fatal ini," ungkapnya.
Meski kedua pelaku ini sudah menyesal, masih banyak orang yang menghujat dan mem-bully keduanya.
Melihat bully-an terhadap dua pelaku ini masih marak, budayawan sekaligus seniman Indonesia, Sujiwo Tejo menyampaikan keresahannya terhadap bully-an yang makin ramai.
Keresahannya tersebut ia sampaikan di akun Twitter pribadinya, @sudjiwotedjo pada Senin (20/11/2017).
5 Kesusahan Hidup Mendiang Laila Sari karena Himpitan Ekonomi, Makan Bubur Cuma Campur Garam!
Ia mempertanyakan mengapa para pelaku pemberi miras kepada satwa di Taman Safari Indonesia tersebut masih saja di-bully.
Karena menurutnya, para pelaku tersebut sudah minta maaf dan mendatangi polisi sebelum mendapatkan panggilan.
Sujiwo Tejo juga mengimbau Jancukers, sebutan para penggemarnya untuk tidak ikut-ikutan mem-bully para pemberi miras tersebut.
Karena menurutnya masih banyak hal lain yang bisa disampaikan.
Charles Manson, Pembunuh Massal AS Meninggal di Tahanan, Begini Selengkapnya
"Pemberi Miras ke hewan Taman Safari knp masih dibully? Mereka ud minta maaf.
Mrk jg udah mendatangi polisi sblm dipanggil. Kalau boleh ngimbau, aku imbau #Jancukers ndak ikut2an melanjutkan bullyan.
Masih bnyk hal lain yg bs ditwit kalau IQmu Berbintang" kicau Sujiwo Tejo.
Sibuk Bermain Handphone, Seorang Ayah Ditetapkan Tersangka dalam Kematian Anaknya, Ini Alasannya!
Kicauan Sujiwo Tejo pun masih berlanjut, menurutnya, bully-an yang selama ini terlontarkan, mungkin tidak dibaca oleh para pelaku.
Melainkan mungkin dibaca oleh orang-orang yang memiliki hasrat untuk mem-bully.
Orang-orang seperti ini pun dinilai Sujiwo Tejo sebagai gerombolan binatang yang mengais-ngais bangkai sesama.
"Bullyan mungkin gak dibaca ama yg dibully tapi mungkin dibaca oleh penghasrat bullyan lalu kalian menjadi laksana - maaf - gerombolan binatang yg mengais2 bangkai sesama" kicaunya lagi.
Sontak, kicauannya ini pun langsung mendapatkan tanggapan yang beragam dari para netizen.
Tak sedikit dari mereka yang setuju dengan pernyataan Sujiwo Tejo.
3 Pintu Rahasia di Balik Megahnya Gedung KPK, Nomor 3 Paling Mengerikan!
@joelian_stc175: "Agree mbah ini org kuq kyk yg 'suci' smua ya ngebully org smp sgitunya heuheu"
@wiwilp: "nggih mbah... ku takkan bully. ku bahkan gak tega nonton videonya"
@qashidy: "jangan dibully betul, tapi mereka tetap harus kena hukuman dong mbah.."
@orapateken: "Minta maaf itu boleh, ini masalah rasa. Tapi dihukum itu harus, ini masalah tatanan."
Melansir kembali dari Kompas.com, Kepala Polda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto pun menjelaskan bahwa kedua pelaku tersebut mengaku tindakannya tersebut hanya iseng saja.
10 Fakta tentang Laila Sari, Pernah Main di Puluhan Film hingga Hidup di Rumah yang Memprihatinkan
"Hasil pemeriksaan motifnya karena iseng. Yang bersangkutan (pelaku) mengakui itu," kata Agung, di Mapolres Bogor, Senin (20/11/2017).
Agung menambahkan, baik AA maupun PB saat ini masih berstatus sebagai saksi. Polisi, belum dapat meningkatkan status pelaku karena masih dalam tahap pemeriksaan.
Sejauh ini polisi masih menggunakan pasal tindak pidana ringan (tipiring) 302 KUHP tentang Penganiayaan Terhadap Binatang dengan ancaman hukuman tiga bulan penjara.
"Kita bertindak berdasarkan koridor hukum yang ada. Ya, pasal yang dilanggar itu. Saya juga imbau kepada seluruh masyarakat jangan melakukan perbuatan seperti itu," kata Agung.
Jodoh Memang Misteri, Driver Wanita Ojek Online Ini Temukan Jodohnya yang Tak Terduga Ternyata . . .
Kuasa hukum pelaku Ali Nurdin juga menjelaskan kedatangan kliennya ke Polres Bogor untuk memberikan klarifikasi atas beredarnya video tersebut.
"Klien saya datang ke Polres tidak dipanggil, tidak diundang. Ini niat baik mereka untuk memberikan klarifikasi. Mereka juga akan meminta maaf secara langsung kepada pihak Taman Safari," ucap Ali. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sudjiwo-tedjo-berikan-tanggapannya-pada-para-pem-bully-pelaku-pemberi-miras-ke-satwa_20171121_133706.jpg)