Anies Terapkan Pola Baru Pengaduan Warga, Bagaimana Nasib Pengaduan Warisan Ahok di Balai Kota?
Pemerintah DKI Jakarta telah memiliki cara baru untuk menerima pengaduan dari warganya. Bagaimana nasib pengaduan warisan Ahok di Balai Kota?
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Wakil Gubernur, Sandiaga Uno juga turut angkat bicara terkait pola baru pengaduan warga ini.
Sandi yang turut mendatangi posko pengaduan di Kecamatan Gambir mengaku jika pola baru ini merupakan lembaran baru dari pemerintah Jakarta.
"Ini adalah lembaran baru dari kami membangun sistem bahwa di kecamatan itu ada sistem untuk menerima pengaduan masyarakat," ujar Sandiaga kepada Kompas.com di Kantor Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu.
Setelah dari Kecamatan Gambir, Sandiaga akan mengunjungi Kecamatan Sawah Besar yang juga sedang membuka sesi pengaduan masyarakat.
Viral, Video Sandiaga Uno yang Tertidur ketika Rapat, Netizen: Jangan Suudzon dong. . .
3. Mpo Duma
Sesi pengaduan di kecamatan ini juga memiliki nama khusus.
Nama dari kegiatan pengaduan ini adalah "Mpo Duma" yang merupakan singkatan Media Pojok Pengaduan Masyarakat.
"Kami ingin Mpo Duma ini menjadi awal membangun sistem. Pengaduan masyarakat harus cepat ditangani di level kecamatan dan kelurahan," kata Sandiaga.
4. Hari pertama dibuka, puluhan warga mengadu
Sejak dibuka, telah ada puluhan warga yang mengadukan permasalahan di kantor kecamatan.
Camat Tanah Abang Jakarta Pusat Dedi Arif Darsono mengaku telah menerima 22 aduan dari warga.
"Warga yang datang ada 90 orang, karena sekaligus untuk sosialisasi dan pembukaan, tetapi warga yang mengadu ada 22 orang," kata Dedi kepada Kompas.com, Sabtu.
Permasalahan yang diadukan warga antara lain adalah soal pemangkasan pohon, perbaikan jalan, dan perizinan.
"Aduan itu nantinya akan kita bahas untuk dicarikan solusinya, supaya masyarakat nyaman tinggal di kecamatan Tanah Abang," ucapnya.