Hati-hati! Sembarangan Pakai Sex Toy, 3 Penyakit Ini Bisa Mengintai
Tapi awas, pemakaian mainan seks yang tidak higienis, sembarangan, atau malah dipakai bergantian bisa menularkan penyakit seks menular.
Editor: Wulan Kurnia Putri
Hasilnya berbeda ketika sex toy dibersihkan dan disterilkan setiap habis pakai.
Nyatanya, ketika sudah dibersihkan, risiko mengendapnya virus pada vibrator menurun menjadi 56 persen.
Selain itu, para peneliti pun juga menemukan bahwa vibrator berbahan silikon memiliki tingkat deteksi virus yang lebih rendah.
Nah, bayangkan bila vibrator yang tidak dibersihkan ini dipakai secara bergantian.
Tentu virus yang melekat pada vibrator akan menular ke para pemakai.
Beberapa penyakit menular seksual yang menjadi risiko sex toy.
1. Klamidia
Klamidia atau chlamydia adalah sebuah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri bernama chlamydia trachomatis.
Gejala klamidia yang paling umum adalah rasa nyeri pada kelamin dan keluarnya cairan dari vagina atau penis.
Namun klamidia jarang menunjukkan gejala, sehingga Anda mungkin tidak pernah mengetahui bahwa Anda terjangkit penyakit ini.
Klamidia dapat menginfeksi bagian serviks, anus, saluran kencing, mata, dan tenggorokan.
Klamidia umumnya sering terdapat pada pria maupun wanita yang berusia di atas 25 tahun.
Dan salah satu penyebarannya bisa lewat penggunaan sex toys yang tidak bersih.
2. Sipilis
Sipilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi_20170807_224917.jpg)