Laundry 'Hanya untuk Muslim' Bikin Heboh
Keberadaan "laundry" kontroversial ini tercium publik setelah foto toko dengan label “Hanya untuk Muslim” beredar di media sosial.
Editor: Rimawan Prasetiyo
Pangeran Idris melanjutkan bahwa agama Islam mengajarkan mengenai toleransi dan menghargai kepercayaan lain, bukan mengenai bagaimana menunjukan dominasi.
Pemilik "laundry" yang akhirnya diwawancarai membela dirinya.
Dia menyatakan hanya menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim.
Dia melanjutkan bahwa laundrynya menerima warga etnis Tionghoa dan India yang beragama Islam.
Video Skill Tingkat Dewa Kevin Sanjaya Bikin Lawan Banting Raket hingga Panen Kartu Kuning
Pengusaha berumur 40 ini menolak berkomentar ketika ditanya apakah pembatasan ini dilakukannya karena dia khawatir ada elemen bulu anjing yang terbawa dari "laundry" yang diantarkan oleh warga yang bukan pemeluk agama Islam. (Kontributor Kompas.com Singapura/ Ericssen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/laundry-khusus-muslim_20170926_164345.jpg)