Breaking News:

Bisnis Pria Ini Kontroversial dan Kejam, Lihat Aksinya Sungguh Bikin Geram!

Mirisnya, praktik tersebut bahkan dilakukan di tempat yang tak higienis dan dengan biaya murah.

Penulis: Ekarista Rahmawati Putri
Editor: Tinwarotul Fatonah
Shanghaiist
Bisnis kontroversial 

Sementara dia memasukkan sepasang gunting yang terlihat ada darahnya, lalu memotong laring anjing.

Prosedur ini hanya memakan waktu lima menit hingga selesai.

Dan pemilik anjing hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar 50 sampai 100 yuan (Rp 100ribu - 200ribu).

(Shanghaiist)
(Shanghaiist)

Menurut Business Daily Chengdu, pria tersebut mengaku dia mengetahui cara pembedahan de-barking setelah membuka toko hewan peliharaan beberapa tahun yang lalu.

Yang mengejutkan, ternyata pria itu tidak memiliki lisensi sebagai dokter hewan atau tidak memenuhi syarat untuk melakukan prosedur pembedahan.

Selain itu, terlihat pula kondisi mengerikan di kios yang dipakai pria tersebut.

Saat melakukan prosedur itu, alat dan jarumnya tidak disterilkan atau dibersihkan terlebih dahulu.

Sementara itu, darah anjing berceceran dan tampak kapas bekas hanya dibuang begitu saja di bawah kakinya.

Ternyata hukum di China juga melarang prosedur operasi seperti itu dilakukan di pinggir jalan.

(Shanghaiist)
(Shanghaiist)

Pria itu lalu diperintahkan untuk menghentikan bisnis ilegalnya dan meninggalkan pasar itu.

Sementara itu polisi tengah melakukan penyelidikan.

Sebenarnya prosedur "de-barking" ini masih sangat kontroversial dan dianggap kejam, tidak manusiawi oleh banyak pecinta hewan.

Meski bertujuan untuk menenangkan anjing, namun ini biasanya merupakan pilihan terakhir bagi pemilik anjing.

Namun, bila benar dilakukan, prosedurnya harus dilakukan oleh dokter hewan yang berkualifikasi dan dilakukan di tempat yang higienis dan steril.

(TribunWow.com/Ekarista Rahmawati P.)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/2
Tags:
ChinaShanghaiistTribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved